TRIGGER (2025): Review Drakor Kim Nam Gil dan Kim Young Kwang
TRIGGER (2025): Review Drakor Kim Nam Gil dan Kim Young Kwang
Bagaimana jadinya kalau sebuah negara yang dikenal dengan kontrol senjata paling ketat tiba-tiba dibanjiri senjata ilegal?
Premis ini nih yang dipakai drama Korea Trigger, sebuah serial thriller yang mencoba menggabungkan aksi, psikologi, dan kritik sosial dalam satu paket.
Simak ulasan selengkapnya di bawah ini ya~~
***
Info Drama
Judul: Trigger
Sutradara dan Penulis Naskah: Kwon Oh Seung
Genre: Action, Thriller, Mystery, Crime
Pemain: Kim Nam Gil, Kim Young Kwang, Park Hoon, Gil Hae Yeon, Kim Won Hae, Jung Woong In, Jo Han Chul
Rilis: 25 Juli 2025, Netflix
Episode: 10
Durasi: 47 Menit
Rating Usia: 18+
***
Sinopsis Drama Korea Trigger:
Cerita dimulai saat Korea Selatan yang merupakan negara dengan regulasi senjata sangat ketat, tiba-tiba diguncang oleh kemunculan senjata ilegal yang tersebar luas di kalangan masyarakat biasa.
Warga sipil yang sebelumnya tidak pernah bersentuhan dengan senjata kini punya akses mudah untuk mendapatkannya. Dalam waktu singkat, kekacauan pun terjadi. Ketakutan, kemarahan, dan dendam yang selama ini terpendam mulai meledak ke permukaan.
Di tengah situasi ini, Lee Do (Kim Nam Gil), seorang polisi sekaligus mantan sniper militer, berusaha menghentikan gelombang kekerasan yang semakin tak terkendali.
Dia harus melacak sumber distribusi senjata dan menghadapi sosok misterius di balik semuanya, Moon Baek (Kim Young Kwang), pria dengan ideologi ekstrem yang percaya bahwa memberikan senjata kepada masyarakat adalah cara untuk membebaskan mereka.
***
Rating 6.9/10 untuk drakor yang di awal terasa seperti drama yang berani menawarkan konsep segar.
Baca juga: REVIEW DRAKOR KARMA (2025) | SUATU HARI KARMA PASTI DATANG
Review lainnya: [SPOOKTOBER] FILM HOROR KIM NAM GIL DAN HA JUNG WOO: THE CLOSET (2020)
Review Drama Korea Trigger:
Sejujurnya, sebelum menonton aku belum minat sama drama ini walau pemainnya ayang Kim Nam Gil, kelihatannya lakik banget gitu dari posternya ehehehe. Tapi, karena waktu itu gabut, ya udah nonton aja deh dan aku cukup tertarik ternyata sama episode-episode awalnya.
Episode-episode awal berhasil membangun ketegangan dengan sangat baik. Kita bakal diperlihatkan bagaimana orang biasa berubah saat diberi kekuasaan dalam bentuk senjata. Dari siswa sekolah sampai warga biasa, setiap karakternya bawa konflik pribadi yang bikin keputusan mereka terasa manusiawi, setidaknya di awal.
Trigger sebenarnya juga membuka banyak pintu untuk eksplorasi yang lebih dalam. Ada isu kayak ketimpangan sosial, tekanan hidup, trauma pribadi sampai sistem hukum yang lemah semuanya sudah diperkenalkan.
Tapi sayangnya, semua ini hanya terasa kayak sekilas-sekilas aja tanpa pendalaman. Drama ini seperti punya banyak ide, tapi nggak tahu mana yang ingin difokuskan.
Padahal, pendekatan yang lebih menarik adalah menunjukkan dampak sosialnya secara luas. Contoh, kepanikan massal kek, kebijakan pemerintah darurat, sampai pembatasan aktivitas masyarakat. Hal-hal begini nyaris nggak dieksplorasi banget, sehingga dunia dalam Trigger terasa kurang hidup dan kurang realistis.
Apalagi soal para tokoh dan karakternya. Sebut saja Lee Do, yang diperankan Kim Nam Gil, ini adalah karakter yang solid. Dia tenang, empatik, dan punya kompas moral yang jelas dan menjadi jangkar di tengah kekacauan cerita.
Nah, masalah muncul saat hampir semua karakter lain dibuat terlalu nggak kompeten hanya untuk menonjolkan dirinya. Contoh yang paling mencolok nih, kayak polisi yang nggak bisa mengatasi satu penyerang atau nggak terpikir untuk melacak sumber senjata melalui internet. Bahkan sistem keamanan negara yang terasa malah nggak ada bikin konflik terasa dipaksakan.
Moon Baek sebagai antagonis juga tuh, dia bukan sekadar penjahat biasa, dia membawa ideologi. Sayang lagi, motivasinya terasa nggak cukup kuat bagiku untuk membenarkan aksi-aksinya. Dari trauma pribadi, tiba-tiba berkembang jadi keinginan menghancurkan masyarakat eheheh loncatan emosional ini terlalu jauh sih.
Well, well, well, keseluruhan drama ini ternyata nggak sesuai ekspektasiku saat awal menonton eheheh, aku bahkan sempat skip-skip beberapa detik gitu karena entahlah berasa bosan. Tapi, memang di adegan-adegan tertentu aku nggak bisa bohong kalau rasanya tetap seru diikuti.
Cuma memang untuk endingnya, terlebih setelah membangun konflik besar, ending Trigger justru terasa terlalu cepat aja. Alih-alih kasih jawaban yang kompleks, drama ini memilih penyelesaian yang terasa kayak pesan moral sederhana ala iklan layanan masyarakat. Kalau dibandingkan Trigger atau Mercy for None. Aku masih lebih suka Mercy for None ehehe....
***
Kelebihan dan Kekurangan Drama Korea Trigger
- Kelebihan:
1. Premis unik dan relevan
2. Episode awal sangat kuat dan menarik
3. Akting solid plus keren, terutama Kim Nam Gil dan Kim Young Kwang, bromance masuk juga di aku.
4. Mengangkat isu sosial penting
5. Beberapa momen psikologis masih terasa realistis.
- Kekurangan:
1. Terasa ada banyak plot hole dan logika lemah
2. Fokus cerita berubah di tengah jalan. Iya, di awal tuh terasa kayak studi tentang manusia. Tapi di pertengahan hingga akhir, fokusnya bergeser menjadi aksi tembak-menembak, kekerasan tanpa arah dan konflik internal yang bagiku kurang penting. Cerita malah melebar dan menjadi nggak terarah, padahal ini cuma 10 episode huhu.
3. Karakter pendukung nggak berkembang
4. Kim Young Kwang keren, tapi sebagai antagonis kurang meyakinkan aja.
5. Terlalu banyak aksi tanpa makna
6. Ending terasa nggak memuaskan.
***
Kesimpulannya Trigger ini adalah contoh klasik dari drama dengan awal yang sangat menjanjikan tapi gagal mempertahankannya sampai ending. Serta, mungkin bagi sebagian orang jadi tontonan yang tetap menghibur di permukaan.
Kalau Pengembara mencari drama dengan adegan aksi cepat dan premis unik, Trigger masih layak dicoba.




Komentar
Posting Komentar