Terbaru
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Review Buku Unmellow Yellow: Saat Jodoh Dipertaruhkan
Review Buku Unmellow Yellow: Saat Jodoh Dipertaruhkan
Hai, Pengembara, sudah tanggal 13 lagi nih. Seperti biasa, setiap tanggal 13 aku bakal kasih ulasan atau review buku yang pernah aku baca.
Review buku kali ini adalah novel 2014 terbitan Bhuana Sastra. Agak alot menyelesaikan novel ini karena buku hasil pinjamnya udah lumayan buluk eheheh.
Langsung saja kita ulas buku ini bersama-sama.
***
1. Review Buku Unmellow Yellow: Identitas Buku
Judul: Unmellow Yellow
Pengarang: Aryna Halim
Penyunting: Agatha Tristanti
Cover: Yanyan Wijaya, Cherly Mae
Genre: Romantis, Bisnis
Penerbit: Bhuana Sastra (BIP)
Tebal: 276 halaman
ISBN: 978-602-249-611-3
Terbit: 2014
2. Review Buku Unmellow Yellow: Tentang Pengarang
Aryna Halim adalah nama pena dari Ary Nur Azizah. Seorang perempuan biasa dengan skenario hidup yang luar biasa. Ia bersyukur atas setiap episode kehidupannya.
3. Review Buku Unmellow Yellow: Blurb
Rifki berprinsip ia harus menjaga cinta hanya untuk jodohnya. Namun, Bunda justru mengajaknya bertaruh soal jodoh dan cinta. Hidupnya jadi rumit ketika ia kalah taruhan. Ia terlanjur jatuh hati pada Raiha—gadis cuek bermata bola—tetapi terpaksa menerima Aludra, calon istri pilihan Bunda.
Aludra memang cantik, tetapi gadis itu terlalu berani mengekspresikan perasaannya terhadap Rifki yang konvensional. Hingga setelah bertunangan, Rifki tetap tak mampu menghalau Raiha dari hatinya; terlebih karena pertemuan-pertemuan mereka yang tak terduga di Johor dan cerita masa lalu yang seolah menguatkan takdir mereka.
Tanpa sadar, ia sudah membuat Raiha dan Aludra terluka. Ketika akhirnya Rifki berniat memperbaiki keadaan, sebuah kenyataan pahit terungkap. Berhasilkah Rifki mempertahankan prinsipnya? Ataukah ia harus mengalah pada Bunda demi bakti dan pertaruhan cinta?
Baca juga: ULASAN FASE: PATRICK KELLAN | REVIEW BUKU
Review lainnya: REVIEW PERFECT SCENARIO: SKENARIO MUSUH BEBUYUTAN ALA KEZIA EVI WIADJI
4. Review Buku Unmellow Yellow: Isi Resensi
"A successful marriage requires falling in love many times, always with the same person." — Mignon Mclaughin.
Kutipan di atas menjadi pembukaan Unmellow Yellow, di mana novel ini sejatinya sebuah fiksi bergenre romantis, dengan berbagai kebetulan-kebetulan antara Rifki, Raiha dan Aludra.
Di mana keluarga ketiga tokoh diceritakan dengan baik. Mulai dari ayah-bundanya Rifki yang penyayang, papa-mamanya Raiha yang hangat, hingga dad-mom-nya Aludra yang ya gitu deh. Sepertinya, background ini diciptakan untuk membuat pembaca bisa lebih memahami latar belakang ketiga tokoh sepenuhnya.
Di awal bab, novel ini membawa pembaca ke dunia enterpreneur, di mana Rifki mengelola sebuah kafe bernama Dear Cafe dan dijodohkan oleh bundanya dengan seorang gadis. Sebuah formula cerita yang mainstream untuk zaman sekarang.
Pilihan bundanya jatuh pada teman kuliah Rifki bernama Aludra. Sejak kuliah dulu, Aludra ini naksir Rifki tapi dia tidak pernah ambil pusing. Bagi Rifki jatuh cinta itu cukup sekali, yaitu pada istrinya kelak.
Di tengah-tengah proses perjodohannya, Rifki tertarik pada seorang gadis cuek, bernama Raiha yang merupakan salah satu pelanggan kafe. Tapi, Raiha tidak membalas perhatian Rifki.
Yes, teknik tarik ulur digunakan dengan baik dari dua tokoh utama Unmellow Yellow. Sebuah kesempatan besar terbuka lebar saat Rifki berada satu pesawat dengan Raiha dan adiknya yang sedang dalam perjalanan menuju Johor, Malaysia.
Di Johor, Rifki datang untuk memenuhi undangan teman lama orang tuanya, sementara Raiha dan adiknya datang mengunjungi orang tua mereka. Mereka pun malah menghabiskan waktu bersama di sana.
Begitu pulang ke Indonesia intesitas pertemuan Raiha dan Rifki semakin sering. Tapi, hubungan Rifki dan Aludra juga semakin dekat. Wah, ribet nih. Terus siapa yang harus Rifki pilih?
Karena pertanyaan ini muncul, akhirnya aku pun tetap menyelesaikan membaca buku ini. Meskipun sering merasa bosan di tengah-tengah bab. Aku jadi penasaran, siapa yang akan dipilih. Meskipun pada akhirnya berhasil menebak dan kehilangan momentum kepuasan dari cerita yang happy ending ini.
Lagipula entah, Aludra atau Raiha. Keduanya adalah gadis baik dengan mimpi dan cinta yang besar. Bedanya Aludra bahkan tak segan-segan untuk mengungkapkan perasaan pada Rifki walau harus berbuat curang, sementara Raiha tipikal cewek gengsian yang minta disentil dulu baru mau mengakui perasaanya.
Kisah Rifki, Raiha dan Aludra menggambarkan kalau cinta tidak menjadi kepastian seseorang akan berjodoh dan cinta itu tidak bisa dipaksakan apalagi dengan memakai cara licik. Ada orang yang beruntung bisa menikah dengan seseorang yang dicintainya, ada juga yang berjodoh hanya sekadar bercandaan semata, eh, jodoh beneran.
Intinya, jodoh itu sebuah misteri. Jangan dipaksa, jangan ditunggu, jangan diburu. Jika sudah saatnya, pasti datang juga.
5. Review Buku Unmellow Yellow: Kelebihan Buku
Novel ini mendeskripsikan secara rinci tempat-tempat di Johor, Malaysia, memberikan nuansa yang kuat dan lumayan terbayang bagiku.
Kisahnya nggak hanya romantis, tetapi juga mengisahkan perjalanan seorang pengusaha muda. Mengupas tentang enterpreneurship dan menunjukkan perjuangan Rifki membangun bisnisnya. Rifki yang punya karier bagus dan posisi strategis di sebuah perusahaan rela resign demi menyelamatkan Dear Cafe milik keluarga yang akan dijual bundanya.
Ada jatuh bangun dalam novel ini, nggak flat kayak cerita-cerita dengan background pekerjaan yang hanya sekadar tempelan gitu.
Unmellow Yellow memberikan inspirasi tentang kehidupan seorang pengusaha muda dan nilai-nilai positif dalam mencari jodoh dengan penyajian cerita yang sederhana, tapi menarik, cocok dibaca di waktu senggang kok.
6. Review Buku Unmellow Yellow: Kekurangan Buku
Selain kelebihan yang aku sebutkan di atas, banyaknya kebetulan-kebetulan dalam alur cerita, terkesan agak memaksa dan kurang alami. Bikin capek karena kebetulan-kebetulannya serasa ftv banget.
Dikarenakan novel ini berasal dari tahun 2014, beberapa plotnya benar-benar terasa tidak baru. Pembaca bisa dengan mudah menebak ke arah mana alurnya akan berlabuh.
Apalagi penyebutan dalam keluarga, Mama-Papa (Raiha) Ayah-Bunda (Rifki), Mom-Dad (Aludra) ini bikin aku agak bingung kalau nggak fokus.
7. Review Buku Unmellow Yellow: Kesimpulan
Meskipun ada kekurangan, novel ini patut dibaca, terutama oleh remaja yang mencari inspirasi dalam menanti jodoh dan belajar dunia bisnis.
Oh ya, aku sempat kaget karena ada penyebutan aplikasi Line dalam novel ini. Soalnya sekarang aplikasi Line tuh udah jarang yang pakai kan ya? Atau aku doang yang udah nggak pakai Line. Kamu masih pakai Line?
Yep, Unmellow Yellow mencoba menyuguhkan kisah romantis dengan latar belakang enterpreneurship. Nilai-nilai positif dan hikmah yang diusung novel ini membuatnya tetap menarik untuk dibaca, terutama bagi kaum muda yang mencari inspirasi dalam aspek cinta dan karier.
Jika bisa memberikan rating untuk buku ini, aku kasih 3 hati dari 5 hati aja deh. Sepertinya usiaku agak telat saat membaca ini, jika kubaca 7 tahun lalu mungkin bakal sangat suka dengan kisah cinta mereka bertiga.
"What is love? I have met in the street a very poor young man who was in love. His hat was old, his coat worn, the water passes through his shoes—and the stars through his soul." —Victor Hugo (Hal. 275, Bab The Brightest Star)
***
Terima kasih sudah membaca review buku Unmellow Yellow. Tulisan ini bersifat personal ya ... Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan. Jangan lupakan jadwal review buku di blog ini setiap tanggal 13 ya.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Popular
Mother (2020): Review Singkat Film Jepang Ibu dan Anak
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Ronggeng Kematian (2024): Review Film Horor Indonesia
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Review Drakor My Name (2021): Han So Hee Balas Dendam
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya





Komentar
Posting Komentar