Terbaru

The Age of Shadow (2016) | Review Film Gong Yoo

The Age of Shadow (2016) | Review Film Gong Yoo



Ada yang suka Gong Yoo? Atau malah ada yang nggak tahu? Hmm, kalau bukan fans drakor memang kurang tahu Gong Yoo sih. Tapi pasti tahu Train to Busan, kan? Karena Gong Yoo main di situ eheheh.

Hari ini aku bawakan rekomendasi film thriller-action yang diperankan oleh Gong Yoo ya. Simak ulasannya yuk!


***

Info Film 

Judul: The Age of Shadows, Secret Agent
Sutradara: Kim Jee Woon
Penulis Naskah: Lee Ji Min, Park Jong Dae, Kim Jee Woon
Produser: Kim Jee Woon, Choi Jae Won, Choi Jung Hwa
Genre: Thriller, Aksi, Period-1920, Spy
Pemain: Song Kang Ho, Gong Yoo, Han Ji Min, Uhm Tae Goo, Ler Byung Hun, Shin Sung Rok, Park Hee Soon
Sinematografer: Kim Ji Yong, Kim Jae Hong
Distribusi oleh: Warner Bros. Korea
Rilis: 7 September 2016
Durasi: 140 menit 
Tipe: Movie 
Negara: Korea Selatan 
Bahasa: Korea
Rating Usia: 15+


***



Sinopsis film The Age of Shadows:

Berlatar tahun 1920-an, saat Korea Selatan dijajah oleh Jepang, Lee Jung Chool (Song Kang Ho) pernah menjadi anggota gerakan kemerdekaan Korea, tetapi sekarang bekerja sebagai seorang polisi Jepang. Dia menerima perintah untuk menjatuhkan kelompok kemerdekaan Korea yang disebut "Righteous Brotherhood."

Lee Jung Chool memperkenalkan dirinya kepada pedagang seni Kim Woo Jin (Gong Yoo) dan berpura-pura tertarik pada karya seni Korea yang dimilikinya dengan dalih jual-beli barang antik dan artefak sejarah Korea. Tapi sebenarnya, Kim Woo Jin adalah pemimpin regional dari Righteous Brotherhood. Keduanya saling mengetahui identitas dan niat sejati satu sama lain, tetapi masih mendekati satu sama lain untuk mencari informasi lebih lanjut.

Righteous Brotherhood mengetahui adanya mata-mata di dalam kelompok mereka dan berusaha untuk mengungkap para pengintai tersebut. Segera, identitas anggota Righteous Brotherhood bocor dan mereka melarikan diri ke Shanghai, Tiongkok. 

Sementara itu, Lee Jung Chool dan polisi Jepang Hashimoto (Uhm Tae Goo) memimpin pasukan menuju Shanghai, Tiongkok. Di sana, anggota Righteous Brotherhood memutuskan untuk mendapatkan bahan peledak untuk serangan terhadap pemerintah Jepang di Korea.


***


Rating 8.6 untuk film The Age of Shadows.

Sebenarnya aku kurang begitu suka film aksi, agak pemilih soal film-film bergenre berantem yang laki banget sih. Biasanya aku nonton genre aksi karena sub genrenya, setting, sinopsis atau pemainnya.

Untuk yang ini, aku pure nonton karena Gong Yoo dan kebetulan banget setting-nya zaman kolonial.



Review Film Korea The Age of Shadow 

1. Latar film klasik, bikin nonton tambah asik

Film ini berlatar klasik dan vintage, hal itu menambah daya tarik dari ceritanya. Kim Jee Woon mampu menciptakan atmosfir sejarah yang kuat dan memadukan elemen-elemen aksi mata-mata dengan cermat. Ceritanya yang terasa rumit ketika mengungkap inti konfliknya, lumayan melelahkan tapi asik-asik aja.

Kim Jee Woon sang sutradara berhasil menggambarkan konflik internal dan permainan emosi dengan cermat, sementara karakter-karakternya menampilkan daya tarik individu yang oke, meskipun terlibat dalam berbagai konspirasi yang menegangkan.


2. Cerita yang kompleks dan settingannya kuat

Film ini punya cerita yang kompleks dengan banyak lapisan, menggabungkan elemen sejarah, intrik, dan permainan emosi. Hal ini bikin menarik dengan teka-teki yang harus dipecahkan.

The Age of Shadows juga berhasil menghadirkan setting sejarah Korea pada tahun 1920-an yang klasik dan atmosfer yang kuat. Vibes-nya mirip Assassination, tapi lebih gelap lagi. Aku suka yang memberikan nuansa autentik pada periode tersebut.

Oh ya, adegan aksi dalam kereta api menjadi salah satu highlight film ini, dengan kombinasi suspense dan dramatisasi yang oke bikin hiih.


3. Bertabur bintang-bintang Chungmuro

Chungmuro adalah istilah yang digunakan untuk menyebut aktor atau aktris kelas A Korea Selatan. Sama seperti Hollywood di Amerika Serikat, istilah Chungmuro biasanya digunakan untuk menentukan sebuah film atau drama layak ditonton atau tidak.

Mulai dari Song Kang Ho sampai Gong Yoo, semuanya sangat memikat. Mereka berhasil membawakan karakter-karakter dengan baik. Para pemeran pendukung juga memberikan kontribusi yang kuat. Dengan menampilkan penggambaran menegangkan tentang dunia mata-mata dan permainan emosi, hingga intrik-intrik yang menggugah rasa ingin tahu.

Sayangnya, aku merasa karakter Kim Woo Jin yang diperankan Gong Yoo kurang karismatis dibandingkan dengan karakter lain dalam film ini. Ganteng iya, tapi karakternya entahlah kurang nendang.


4. Penggabungan genre dan durasinya yang panjang

Film ini menggabungkan genre thriller, aksi dengan unsur-unsur sejarah dan drama. Ada juga komedi satir yang tipis-tipis memberikan variasi yang menarik dalam film yang serius banget ini.

Sayangnya, durasi sekitar 140 menit ini terasa agak panjang bagiku. Soalnya banyak adegan yang biasa aja juga sih, meskipun cerita tetap menarik. Akan lebih pas kalau beberapa adegan bisa dipotong untuk membuatnya lebih padat.

Apalagi film ini punya bagian-bagian yang agak biasa aja. Terlebih di awal film, butuh waktu lama untuk merasakan daya tarik penuh terhadap cerita yang hendak dihadirkan. Alurnya lambat? Hmm bisa jadi.


5. Belajar sejarah Korea dari film The Age of Shadows

Bagi orang yang tidak mengenal sejarah Korea, bisa belajar dari film ini. Sebagian besar cerita film ini berkaitan dengan sejarah dan konflik antara Korea dan Jepang pada tahun 1920-an.

Ya, ini lumayan mirip dengan beberapa film dengan tema sejenis yaitu soal perlawanan selama penjajahan Jepang di Korea. Tapi, fokus dan elemen filmnya berbeda sih. Hanya memang vibes-nya ada kesan familiar dengan tema-tema kayak gini.

 
***


Secara keseluruhan, The Age of Shadows adalah film dengan cerita yang kuat, karakter yang mendalam, dan visual yang indah. Buat yang mau time travel ke masa penjajahan bisa banget nonton ini.

Sekian ulasan untuk rekomendasi film thriller kali ini, terima kasih sudah baca ya. Jangan lupa kunjungi juga https://linktr.ee/nurwahidahbi untuk informasi lainnya tentang Kak Bi. 

Komentar

Popular