Terbaru

Review Bridgerton Season 2 (2022): Kisah Cinta Baru Keluarga Bridgerton

Review Bridgerton Season 2 (2022): Kisah Cinta Baru Keluarga Bridgerton 

Poster.Bridgerton.Season.2.jpg


Setelah ulasan season 1 (baca di sini: REVIEW SERIES BRIDGERTON (2020): ROMANSA DAN SKANDAL REGENCY ERA), aku lanjutkan mengulas season duanya Bridgerton ya.


Nah, kesuksesan besar season pertama, bikin ekspektasiku ke season kedua jelas sangat tinggi. Apalagi jarak aku nonton season 1 ke season 2 cuma hitungan minggu saat itu, makanya masih menggebu-gebu banget ehehehe....

Jangan berlama-lama, langsung masuk ke review selengkapnya aja ya.


***


Info Series

Judul: Bridgerton 2

Genre: Drama, Romance, History

Jumlah Episode: 8

Season: 2 dari 4

Dibuat Oleh: Chris Van Dusen, berdasarkan Bridgerton oleh Julia Quinn

Rumah Produksi: Shondaland

Pemain: Jonathan Bailey, Simone Ashley, Charithra Chandran, Nicola Coughlan, Claudia Jessie, Adjoa Andoh, Ruby Barker, Ruth Gemmel, Luke Newton, Luke Thompson, Golda Rosheuvel

Tayang: 25 Maret 2022, Netflix 

Durasi: 57-72 menit

Rating Usia: 18+


***


Sinopsis Series Bridgerton Season 2:

Season kedua berfokus pada Anthony Bridgerton, kakak tertua keluarga Bridgerton yang akhirnya memutuskan mencari istri.

Berbeda dengan kisah cinta romantis pada umumnya, Anthony tidak mencari pasangan karena cinta. Sebagai Viscount dan kepala keluarga, dia merasa pernikahan hanyalah kewajiban.

Targetnya jatuh pada Edwina Sharma, debutan muda yang dinobatkan sebagai “Diamond of the Season” oleh Ratu. Tapi masalah muncul karena kakak Edwina, Kate Sharma, langsung tidak menyukai Anthony dan menganggapnya bukan pria yang tepat untuk adiknya.

Hubungan Anthony dan Kate awalnya dipenuhi pertengkaran, perdebatan, dan saling menantang. Namun semakin sering mereka bersama, semakin sulit bagi keduanya untuk menyangkal perasaan yang tumbuh di antara mereka.

Masalahnya, Anthony tetap melanjutkan pendekatannya pada Edwina. Dan dari sinilah drama, konflik keluarga, skandal sosial, dan cinta terlarang mulai meledak.


***


Rating 8.3/10 untuk series yang kasih cerita romance penuh tensi dan emosional, tapi konflik tarik-ulurnya memang agak panjang.

Terlebih, akting Jonathan Bailey benar-benar terasa jadi tulang punggung season ini. Meski lebih lambat dibanding season pertama, drama ini masih cukup seru kok.


Baca juga: MY LADY JANE (2024), REVIEW SERIES PRIME VIDEO KOMEDI-SEJARAH

Review lainnya: AS YOU STOOD BY (2025): REVIEW DRAKOR KORBAN KDRT YANG BIKIN GILA


Review Series Bridgerton Season 2

1. Perbandingan Ringan Season 1 dan 2

Di season pertama, kisah Daphne dan Simon berhasil kasih kombinasi sempurna antara drama romantis, chemistry panas (lebay), dan dunia Regency yang glamor.

Karena itu, saat season kedua datang dengan fokus ke Anthony Bridgerton dan Kate Sharma, reaksi agak hmmm gimana ya? Apa bakal lebih wow dari season 1 atau gimana nih?

Menurutku, kisah mereka jauh lebih emosional dan bikin deg-degan karena pakai trope musuh jadi cinta alias enemy to lovers. Tapi di sisi lain, season ini terasa melelahkan bagiku, mereka berdua terlalu lama bermain tarik-ulur, bahkan terasa seperti drama perselingkuhan era Regency. Iya, kayak ipar adalah maut versi Regency dan versi belum halal wkwkwk.

Jujur saja, season kedua memang berbeda jauh dari season pertama. Kalau season pertama terasa seperti campuran drama kerajaan dan romance sensual ala fairy tale dewasa, season kedua justru lebih mirip versi melodrama “musuh jadi cinta” dengan ketegangan emosional yang dibangun perlahan. Walau ya adegan-adegan panas tetap ada ya.


2. Anthony dan Kate: Chemistry atau Frustrasi?

Kembali membahas soal hubungan Anthony dan Kate, aku perdalam di part ini.

Bagiku, hubungan mereka ini sangat intens. Bukan tipe cinta manis seperti Daphne dan Simon, tetapi penuh tarik ulur, kerinduan terpendam, dan ketegangan emosional.

Season ini benar-benar menjual konsep dari dua orang yang sangat ingin bersama tapi terus menolak perasaan masing-masing.

Tatapan mata, dialog tajam, dan tensi di antara mereka memang jadi fokus utama cerita. Nah masalahnya, aku kurang bisa menikmati keseluruhan dinamika ini, walau chemistry mereka luar biasa kuat. 

Soalnya, yang aku rasakan cuma capek aja lihat mereka gelut terus di awal-awal membangun chemistry dan hubungan itu.

Foto.Bridgerton.Season.2.Part1.jpg


3. Drama Cinta Terlarang yang Terasa Rumit

Konflik terbesar season ini sebenarnya bukan soal Anthony dan Kate saling suka aja. Melainkan fakta bahwa Anthony lagi mendekati Edwina, iya, adik Kate sendiri.

Ini nih yang bikin aku nggak nyaman. Karena semakin lama cerita berjalan, hubungan Anthony dan Kate terasa seperti pengkhianatan ke Edwina.

Anthony tetap melanjutkan pertunangan meski sadar perasaannya berubah. Kate juga terus menyembunyikan semuanya atas nama pengorbanan. Tapi di satu sisi mereka tetap memupuk perasaan, kan hadeuh.

Akibatnya, konflik yang awalnya terasa romantis perlahan berubah menjadi drama yang bikin aku frustrasi.


4. Jonathan Bailey Menjadi Penyelamat Season Ini

Kalau ada satu orang yang benar-benar memikul season dua di pundaknya, jawabannya si Jonathan Bailey sebagai Anthony. Anthony di season pertama memang cukup menyebalkan dan keras kepala. Tapi season kedua berhasil memperlihatkan sisi rapuhnya.

Trauma masa lalu, tekanan sebagai kepala keluarga, rasa takut kehilangan, semuanya membuat Anthony jadi karakter yang lebih manusiawi dan Jonathan Bailey memainkan semua itu dengan sangat baik.

Bahkan aku yang awalnya nggak tertarik ke Anthony akhirnya berubah setelah melihat performanya di season ini eheheh.

Foto.Bridgerton.Season.2.Part2.jpg


5. Kate Sharma Karakter Kuat yang Kontroversial

Kate Sharma mungkin menjadi salah satu heroine Bridgerton yang paling kontroversial. Jujur, visualnya indah banget di mataku.

Di satu sisi, dia lebih mandiri, tegas, dan punya pendirian kuat dibanding Daphne. Dia bukan karakter feminin klasik yang hanya fokus untuk menikah.

Namun di sisi lain, Kate terlalu keras, terlalu galak, bahkan terkesan nggak sopan sejak awal kemunculannya. Tapi, jujur Simone Ashley berhasil memerankan karakter yang bikin aku benci tapi cinta juga ke Kate Sharma.


6. Visual dan Atmosfer Masih Jadi Kekuatan Utama

Kalau soal visual, Bridgerton tetap nyaris nggak pernah gagal. Gaun-gaun mewah, ballroom elegan, pesta dansa, perhiasan, sampai dekorasi pastel khas Bridgerton masih terlihat sangat cantik. Aku suka banget beneran deh.

Series ini memang bukan drama sejarah realistis, bahkan kesannya kayak fantasy historical drama yang terlalu modern.

Tapi justru di situlah daya tariknya. Bridgerton nggak mencoba menjadi akurat secara sejarah, tapi cukup informatif bagiku. Series ini beneran hanya fokus menjadi drama romance glamor yang cantik dipandang mata.

Dan untuk urusan itu, season kedua tetap berhasil. Sekali lagi, kostum, ballroom, dekorasi, warna, dan sinematografi masih menjadi kekuatan terbesar Bridgerton season 2 dan pasti di season-season selanjutnya.


***


Kelebihan dan Kekurangan Series Bridgerton Season 2:

- Kelebihan:

1. Visual, kostum, dan set yang sangat indah

2. Jonathan Bailey tampil luar biasa

3. Tensi dan hubungan antara Anthony-Kate terasa kuat dan cukup memorable

4. Dunia sosial Regency masih sangat menarik

5. Seperti biasa, drama keluarga Bridgerton tetap seru diikuti

6. Episode tengah sampai akhir jadi jauh lebih menarik bagiku, dibandingkan empat episode awal.

Foto.Bridgerton.Season.2.Part3.jpg


- Kekurangan:

1. Konflik cinta segitiga terlalu lama

2. Chemistry pasangan utama terasa hit-or-miss, kadang aku suka, kadang aku merasa ada yang kurang

3. Subplot keluarga Featherington cukup melelahkan

4. Beberapa episode awal terasa lambat.


***


Apakah Bridgerton season kedua lebih baik dari season pertama? Itu tergantung selera sih.

Kalau kamu suka romance penuh ketegangan emosional dan slow burn yang bikin greget, season ini bisa jadi favoritmu.

Tapi kalau kamu lebih suka chemistry yang kuat banget dan romantis, serta trope pura-pura jadi cinta, seperti Daphne dan Simon, mungkin season kedua terasa lebih melelahkan.

Namun satu hal yang pasti, kalau kamu bukan pembaca novelnya dan baru nonton Bridgerton season 1, kamu tetap harus lanjutkan nonton season 2 ya. 

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa, besok pagi aku bakal update ulasan Bridgerton season 3.

Komentar

Popular