Terbaru

Liz and the Blue Bird (2018): Review Film Anime

Liz and the Blue Bird (2018): Review Film Anime


Review film anime lagi ya. Oh ya, apa Pengembara suka membaca review film anime lebih dulu sebelum menonton filmnya? Atau tipe yang ah, nonton saja tanpa baca review film anime-nya?

Kalau tipe yang membaca review sebaiknya baca ini dulu deh, ada film anime yang cocok ditonton buat pencinta musik.

Cekidot!


***


Info Film 

Judul: Liz and the Blue Bird

Sutradara: Tatsuya Ishihara, Yasuhiro Takemoto, Naoko Yamada

Penulis Naskah: Ayano Takeda, Reiko Yoshida

Genre: Drama, Fantasi, Musik

Pemain atau pengisi suara: Atsumi Tanezaki, Nao Tôyama, Miyu Honda

Rilis: 21 April 2018

Durasi: 1 jam 31 menit

Negara: Jepang

Rating Usia: 13+


***


Sinopsis Film Anime: Liz and the Blue Bird

Pada tahun terakhir di SMA, dua gadis dalam klub band membawakan lagu yang terinspirasi oleh dongeng dan mencerminkan persahabatan mereka.

Mizore adalah siswa pendiam di tahun terakhirnya di SMA dan memainkan obo di band sekolah. Sahabat terdekatnya adalah Nozomi, flutis atau pemain seruling yang lebih ceria dan populer. Mereka berdua berlatih duet dari musik "Liz und ein Blauer Vogel" atau "Liz and the Blue Bird," yang didasarkan pada dongeng tentang persahabatan yang berakhir dengan perpisahan. 

Mereka menghabiskan hari-hari dengan bahagia. Akan tetapi, terhanyut dalam kisah ini, Mizore dan Nozomi mulai menyadari bahwa mungkin tidak ada yang namanya bersama selamanya.

Mizore cukup kesulitan mengekspresikan perasaannya dan cemas tentang masa depan. Sementara itu, Nozomi merasa iri dengan bakat Mizore. Konflik ini akan membuat mereka kesulitan menyempurnakan duet dan persahabatan.

Hubungan mereka pun mulai mencerminkan kisah dalam dongeng, memaksa keduanya menghadapi kenyataan bahwa perpisahan mungkin saja tak terelakkan.


***


Review Film Anime Liz and the Blue Bird: Rating 7.8/10 untuk film yang merupakan spin-off dari Sound! Euphonium (2015) dan dirilis sebagai film mandiri yang tidak begitu terkait dari kisah pertama, karena Liz and the Blue Bird hanyalah side story dari Sound! Euphonium.

Walaupun begitu, jalan cerita dan visualnya cukup baik dan bisa berdiri sendiri seandainya Pengembara tidak atau belum menonton Sound! Euphonium sebelumnya. 


Baca juga: REVIEW FILM ANIME TENTANG PENJELAJAH WAKTU: MIRAI (2018)

Review lainnya: REVIEW FILM ANIME: BELLE, SI GADIS JEPANG YANG VIRAL DI DUNIA VIRTUAL


Review Film Anime Liz and the Blue Bird: Kelebihan Film

1. Musik dan visual animasi dari Liz and the Blue Bird ini patut diapresiasi. 

Musik dalam film ini tuh luar biasa, dengan penggunaan orkestra sekolah bikin terasa semakin otentik. Bagi yang nonton Sound! Euphonium juga berasa mengenang musiknya. Musiknya menenangkan dan indah, mengingatkan ke film-film Disney klasik gitu. 

Animasinya yang bergaya cat air, menambah keindahan visual film ini. Unik dan memukau deh.


2. Film ini mengangkat tema tentang persahabatan, pertumbuhan, dan perpisahan, yang dibalut dengan kisah sederhana tapi sangat berkesan dan begitu berarti.

Kisahnya yang sederhana tapi kuat ini berhasil menyampaikan pesan tentang persahabatan dan pengembangan diri, tentang mimpi dan kegigihan. Cocok jadi film-film yang membawa angan naik ke permukaan, bukan hanya jadi sekadar impian bagi orang yang sedang mengejar mimpinya. Keren lah pokoknya.


3. Film yang tenang. Bukan hanya musik indahnya yang menenangkan, visual gambar juga mendukung ketenangan yang aku dapatkan saat menonton. Ditambah, karakter utama yang pendiam bikin dialog yang muncul bukan dialog-dialog melelahkan, tapi juga bukan film yang minim banget dialognya sih. Ah, pokoknya ini bagus.


4. Ide yang unik tentang interpretasi sosok dari dongeng Liz and the Blue Bird, yang didasarkan pada dongeng fiksi Jerman yang disukai Nozomi saat kecil. Di mana aku mengira Mizore adalah Liz dan Nozomi adalah burung biru. 

Cerita Liz and the Blue Bird sendiri adalah tentang seorang gadis bernama Liz (diwakilkan oleh obo dalam karya musik) dan seekor burung biru yang berubah jadi manusia (diwakilkan oleh seruling) yang menjadi sahabat dan tinggal bersama, sampai akhirnya mereka harus berpisah. 


Review Film Anime Liz and the Blue Bird: Kekurangan Film

1. Kekurangan yang pertama ini agak membingungkan. Aku suka bagaimana hubungan antara Mizore dan Nozomi digambarkan, terasa sangat mendalam, kompleks dan realistis. Aku dalam beberapa titik bisa merasakan dan memahami dinamika antara persahabatan dari keduanya.

Tapi, karena 'hubungan' yang tampak 'berlebih' rasanya malah aneh. Aku sendiri sempat salah mengartikan kedekatan mereka sebagai hubungan 'romantis', karena intensitas berlebih dari perasaan mereka satu sama lain. Mungkin bagi penggemar Yuri atau girls love  hubungan ini terasa menghibur. Tapi, bagiku, ganggu banget sumpah. Terlalu hmmm .... Ambigu.


2. Alurnya lambat, dan lumayan bikin ngantuk. Coba bayangkan dengan musik enak dan menenangkan, didukung pacing yang lambat, bukannya bersemangat mengejar mimpi yang ada malah membosankan. Tapi, ini bukan di seluruh bagian film berdurasi 1 jam 31 menit ini ya. Hanya saja, dengan kecepatan lambat, memang bisa bikin terasa sedikit bosan di beberapa bagian.

Namun, hal ini jadi memungkinkan untuk fokus pada setiap tindakan dan ekspresi para gambar cat air yang enak banget dipandang.


*** 


Ini tuh film yang menyentuh dan indah, cocok untuk kamu yang mencari cerita tentang persahabatan dan mimpi. Meskipun punya hubungan yang agak ambigu dan punya pacing lambat. Tapi, keindahan visual dan musiknya membuat film ini layak untuk ditonton. 

Film ini mengingatkan akan pentingnya persahabatan dan bagaimana manusia harus bersiap menghadapi perubahan dalam hidup.

Sekian review film anime kali ini, selamat menonton dan terima kasih banyak. Silakan tinggalkan komentar Kak Bi harus review film anime apalagi ya? (Selama filmnya udah ditonton, insyaallah bakal diulas ehehe)

Review film anime ini juga bersifat personal dan diulas berdasarkan mood saat menonton, sama seperti review film lainnya. Tipe genre yang ditonton dan performa film ikut mempengaruhi ulasan yang kubuat, mohon maaf bila ada salah-salah kata ya.... 

Komentar

Popular