Stranger Things Season 5 (2025): Review Akhir Perjalanan Geng Hawkins
Stranger Things Season 5 (2025): Review Akhir Perjalanan Geng Hawkins
Pengembara, aku nggak telat 'kan bikin ulasan Stranger Things Season 5 ini? Season terakhir Stranger Things ini akhirnya menutup perjalanan panjang geng Hawkins yang sudah dimulai sejak 2016.
Sebelumnya, kamu bisa baca ulasan Stranger Things Season 1 sampai 4 di sini ya. Sekarang mari kita ulas series ini bersama-sama, oh ya, waktu tayang season ini dibagi jadi dua volume ya.
***
Info Series
Judul: Stranger Things 5
Dibuat oleh: The Duffer Brothers
Genre: Horor, Fiksi ilmiah, Fantasi, Misteri
Pemain: Winona Ryder, David Harbour, Finn Wolfhard, Millie Bobby Brown, Gaten Matarazzo, Caleb McLaughlin, Natalia Dyer, Charlie Heaton, Cara Buono, Matthew Modine, Noah Schnapp, Sadie Sink, Joe Keery, Nell Fisher
Rilis: Part 1: 26 November 2025, Part 2: 31 Desember, 2025
Season: 5 (Season 1 - 15 Juli 2016, Season 2 - 27 Oktober 2017, Season 3 - 4 Juli 2019, Season 4 Part 1 - 27 Mei 2022 dan Part 2 - 1 Juli 2022)
Episode: 8
Durasi: 54 Menit - 2 Jam 8 Menit
Rating Usia: 16+
***
Sinopsis Series Stranger Things Season 5:
Setelah peristiwa musim keempat, pada musim gugur tahun 1987, kelompok Hawkins kita berupaya menemukan dan membunuh Vecna setelah terbukanya celah-celah di seluruh Hawkins.
Misi mereka menjadi lebih rumit ketika militer memberlakukan karantina di kota dan mulai memburu Eleven, serta Vecna datang dengan kekuatan dan misi baru.
Ancaman semakin personal saat beberapa karakter penting, termasuk adik kecil keluarga Wheeler; Holly Wheeler ikut terseret dalam bahaya.
***
Rating 8.8/10 untuk keseluruhan Stranger Things Season 5.
Sebuah ending yang melegakan, karena akhirnya petualangan kita berakhir. Tapi, bukan sebuah penutupan terbaik yang bisa menyaingi kemunculan season pertamanya.
Baca juga: REVIEW WEDNESDAY S1 (2022): MISTERI SEKOLAHAN MAKHLUK UNIK
Review lainnya: REVIEW SERIES FATE: THE WINX SAGA (2021-2022), LIVE ACTION WINX CLUB
Review Stranger Things Season 5:
1. Fokus Season 5
Aku jabarin sedikit ya, hal-hal yang jadi fokus cerita dari Stranger Things 5 ini.
Di sini, geng Hawkins melakukan perjuangan terakhir melawan Vecna, ada trauma emosional karakter yang ditampilkan lewat Max, Vecna sampai Dustin.
Hubungan keluarga yang mulai diuji, sampai pengorbanan besar demi mengakhiri siklus teror dari dunia Upside-down. Namun, di balik konflik besar itu, ada beberapa hal yang jadi catatan ya. Aku rincikan di pembahasan selanjutnya.
2. Penulisan Cerita Terasa Agak Kacau
Aku mau mengeluh soal alur yang terasa nggak terlalu rapi dan penuh keputusan aneh.
Sebut saja adegan coming out Will yang menurutku nggak tepat waktu. Harusnya adegan itu nggak perlu dilakukan di situasi darurat lah, terlalu banyak orang yang ikut mendengarkan, setidaknya dia ngomong ke keluarga intinya doang dulu, ini malah terkesan dipaksakan supaya dramatis.
Agak nggak masuk akal aja hal kayak gitu dilakukan saat semua orang lagi menghadapi ancaman besar, jatuhnya kayak penyisipan agenda, bukan kebutuhan cerita. Walaupun, mungkin mau mengarah ke perkembangan karakternya. Tapi, di aku ini big no, dan malah jadi kekurangan series yang sudah lama kutunggu-tunggu ini.
Lalu, soal Eleven yang jadi agak kurreeng di 5 episode awal. Padahal di season sebelumnya dia bisa menyerang Vecna dari jarak jauh, bahkan melawan dari California ke Hawkins. Iya, kekuatannya terasa sangat overpower
Namun, di Season 5 ini dia agak kesulitan menemukan Vecna (iya, aku tahu Vecna sembunyi), kelihatan jauh lebih lemah dan nggak seefektif sebelumnya. Padahal secara logika cerita, seharusnya El semakin kuat.
Dan ya, soal keluarga Mama Joyce dan Jonathan nih. Aku mau protes soal perlakuannya terhadap anak-anaknya.
Bayangin betapa sakitnya jadi anak pertama (ini sudut pandangku sebagai anak pertama ya wkwkwk) melihat Mama Joyce yang sangat protektif ke Will, tapi terkesan mengabaikan Jonathan Byers, bahkan di dalam situasi berbahaya sekalipun.
Contoh aja nih, kayak Will dilarang pergi karena berbahaya, eh Jonathan justru disuruh gantiin. Lah, kataku kalau kakaknya yang maju apa segala hal berbahaya di dunia auto jadi jinak? Tidak, Bu~~
Kasihan, Jonathan udah kayak anak cadangan. Aku bahkan sempat berharap kalau Jonathan mati dalam adegan tertentu, minimal luka parah yang parah banget gitu, supaya Mama Joyce sadar kalau dia juga punya yang anak lain wkwkwkw.
3. Para Karakter yang Tidak Seimbang
Aku merasa, di season terakhir ini, Mike minim dialog. Mungkin karena sedang trauma dan cemas karena adeknya diculik. Emosinya tuh lebih ditunjukkan lewat ekspresi daripada dialog.
Ditambah, karena Season 5 punya terlalu banyak karakter yang ditumpukin dari awal, meskipun pada akhirnya nggak semuanya muncul. Tapi ini bikin porsi dialog harus dibagi dan kasih spotlight ke beberapa karakter baru.
Sayangnya, malah Robin Buckley yang dapat banyak dialog dan screen time. Entahlah, aku kurang sreg aja sama dia yang entah kenapa bikin ritme cerita agak nggak fokus, meskipun dia udah bantu Will supaya lebih percaya diri sih. Tapi, apa series ini soal kepercayaan diri Will aja? Oh, tentu tidak.
4. Momen-Momen Terbaik Stranger Things Season 5
Meski agak mengkritik di atas sana, aku tetap menikmati keseluruhan cerita kok. Apalagi Season 5 ini tetap punya banyak adegan memorable dan kuat, sampai bikin aku gagal move on dan berada di fase kosong. Kalau kata orang-orang sih kena PSTD ya, Post Stranger Things Depression eheheh.
Momen terbaik itu, sebut saja adegan Steve Harrington yang jatuh dari menara yang bikin aku berteriak panik dan mengira dia bakal mati. Sungguh, ini bikin jantungan eheheh.
Momen terbaik lain tentu saja plot twist Will, di mana dia bisa terkoneksi dengan Vecna dan mendadak jadi anak ajaib.
Terus, kemunculan monster baru yang lebih besar dari Season 3. Desainnya menyeramkan, terasa sebagai ancaman nyata dan kasih nuansa horor yang kuat.
Paling favorit adalah Dustin Henderson dan Steve Harrington yang selamat sampai akhir, ini jadi salah satu momen paling melegakan bagiku. Udah siap-siap mau mengamuk kalau salah satu dari mereka ditumbalkan, syukurlah aman.
Oh ya, jangan lupakan bagian paling emosional yang datang dari keputusan terakhir Eleven. Dia memilih untuk mengorbankan dirinya, menghentikan siklus penderitaan dan menyelamatkan generasi berikutnya.
Sebenarnya, nggak rela banget El ditumbalin, tapi ini beneran jadi pilihan ending paling logis biar semuanya balik normal.
Ini menjadi penutup yang tragis, heroik dan emosional banget, sampai bikin aku merasa kosong setelah serial berakhir dan cuma bisa menghayal pergi ke Hawkins, lalu menepuk-nepuk pundak Mike, sambil bilang, "I Believe."
5. Hal Lain yang Bikin Gagal Move On
Karena mengikuti series ini dari zaman mereka masih bocil-bocil kem*tian. Aku termasuk yang gagal move on, padahal baru ngikutin series ini di tahun 2019, bayangin aja, mereka yang nungguin per season setiap beberapa tahun selama 9 tahun ini dan episode finalnya tayang, beneran bikin rasa campur aduk muncul.
Ada lega karena akhirnya nggak perlu nunggu season baru, tapi juga sedih karena dunia Stranger Things udah selesai.
Lewat season ini, mereka berhasil bikin aku panik dan menangis. Perjalanan karakter dari Season 1 sampai 5 kasih dampak emosional besar yang bikin ending terasa berat.
Setidaknya kita dihibur dengan ending yang positif. Mulai dari Joyce dan Hopper yang menikah. Max dan Lucas masih bersama. Para karakter utama berjalan di jalan hidupnya masing-masing, Vecna akhirnya dikalahkan, sampai versi hayalan Mike dan geng Hawkins yang aku juga percaya bahwa Eleven pasti baik-baik saja di suatu tempat di luar sana.
Ya, ini benar-benar akhir dari perjalanan Hawkins, gaeess. Ini ending yang layak untuk perjalanan panjang ini.
***
Kelebihan dan Kekurangan Stranger Things Season 5:
- Kelebihan:
1. Ending emosional dan dramatis
2. Banyak adegan menegangkan
3. Pengorbanan Eleven terasa bermakna dan nggak sia-sia walau menyedihkan
4. Cerita berakhir bersih tanpa ending menggantung
5. Efek CGI, sinematografi dan visual masih sebagus season-season sebelumnya.
6. Episode akhir yang punya durasi kayak film bioskop, sangat memuaskan.
- Kekurangan:
1. Penulisan terasa nggak konsisten dan beberapa adegan terasa dipaksakan
2. Karakter tertentu terasa diabaikan
3. Elemen tertentu terasa seperti agenda lagibatuq, bukan kebutuhan cerita.
***
Season terakhir Stranger Things adalah kombinasi antara kepuasan dan frustrasi.
Ini bukan season yang sempurna, karena banyak keputusan penulisan terasa aneh sampai beberapa karakter terasa diabaikan. Tapi, di saat yang sama series ini kasih ending yang berani, lewat pengorbanan Eleven dan menjadi perjalanan panjang geng Hawkins yang ditutup dengan emosional
Dan bagiku, itu sudah sangat cukup. Karena setelah lima season dan bertahun-tahun perjalanan… yang tersisa bukan hanya ceritanya, tapi kenangan bersama karakter-karakter yang tumbuh bersama kami penontonnya.
Thank you gaeees, meskipun aku baru nonton kalian di awal tahun 2019.... Terima kasih udah bikin aku semangat nungguin season 3, 4 dan 5 ini. Dan terima kasih juga, buat Pengembara yang sudah baca ulasan hari ini. Kami bisa baca ulasan season 1-4 di sini ya: REVIEW STRANGER THINGS SEASON 1-4 (2016-2022), REKOMENDASI SERIES NETFLIX




Komentar
Posting Komentar