Terbaru

Review Film Concrete Utopia (2023): Kehidupan Pengungsian Korban Gempa

Review Film Concrete Utopia (2023): Kehidupan Pengungsian Korban Gempa



Dalam era sinematografi modern, film tentang pengungsian lumayan banyak dan sudah menjadi media yang kuat untuk menggambarkan tantangan dan perjuangan manusia di tengah bencana atau krisis. 

Salah satu contoh terbarunya yang mau aku ulas adalah Concrete Utopia, sebuah film tentang pengungsian yang merangkum kehidupan pasca-gempa di tengah kota yang hancur. Film ini diperankan oleh Park Seo Joon, Lee Byung Hun, dan Park Bo Young, dengan trailer-nya yang menjanjikan, apakah bisa memuaskan ekpektasiku?


***

Info Film

Sutradara: Uhm Tae Hwa
Penulis: Kim Soong Nyoong (webcomic), Uhm Tae Hwa dan Lee Shin Ji (naskah)
Genre: Thriller, Drama, Sci-Fi
Pemain: Lee Byung Hun, Park Seo Joon, Park Bo Young, Kim Sun Young, Park Ji Hu
Rilis: 9 Agustus 2023
Durasi: 129 menit
Negara: Korea Selatan
Rating Usia: 14+ (mengandung unsur kekerasan dan darah)


***

Sinopsis Film Concrete Utopia:

Dunia telah berubah menjadi reruntuhan akibat gempa bumi dahsyat. Meskipun tidak ada yang tahu dengan pasti sejauh mana reruntuhan tersebut sudah menyebar, atau apa penyebab gempa bumi tersebut, di pusat kota Seoul hanya ada satu gedung apartemen yang masih berdiri.

Gedung tersebut adalah Apartemen Hwang Gung. Seiring berjalannya waktu, orang luar mulai datang ke Apartemen Hwang Gung untuk menghindari dingin yang ekstrem. Solidaritas penghuninya dengan cepat berkurang karena para pengungsi dari sekitar apartemen yang kebetulan terjebak di sana saat gempa terjadi. 

Tak lama kemudian, penghuni apartemen tidak mampu mengatasi peningkatan jumlah orang. Merasa terancam dengan kelangsungan hidup mereka, para penghuni memberlakukan tindakan khusus dengan membentuk aliansi khusus para penghuni apartemen, di bawah pimpinan bernama Young Tak (Lee Byung Hun), para penghuni gedung dengan paksa mengusir para tunawisma dan pengungsi yang mencari perlindungan.

Sementara itu, Min Sung (Park Seo Joon) adalah seorang pekerja kantoran yang dipilih untuk membantu Young Tak saat mengusir para pengungsi. Myung Hwa (Park Bo Young) adalah istri Min Sung dan seorang mantan perawat, yang sangat hangat, baik juga peduli pada orang-orang di sekitar. Dia kurang setuju dengan ide mengurangi jumlah pengungsi di apartemen mereka.


***

Review Film Concrete Utopia: Rating 7.8/10 untuk film yang lumayan seru dengan pesan akan nilai-nilai kemanusiaannya.

Film ini agak berbeda dengan film tentang pengungsian lainnya, di mana nggak memperlihatkan secara jelas bagaimana bencana alam itu datang. Berfokus pada kehidupan pasca-gempa, menjadi suasana yang cukup baru bagiku sebagai penonton.



Review Concrete Utopia: Poin Penting Penggambaran Lokasi dan Karakter

Film ini berkisah tentang Seoul yang hancur akibat gempa bumi dahsyat, dan satu-satunya bangunan yang tersisa adalah Hwang Gung Apartments. Aku suka banget dengan penggambaran bagaimana dampak bencana alamnya terjadi, terasa realistis dan menjadi poin yang lumayan aku puji selama menonton.

Apalagi karakter Young Tak si pemimpin misterius yang berusaha melindungi penghuni Hwang Gung Apartment dengan plot twist ternyebelin. Ditambah Min Sung seorang pegawai PNS gitu dan dipilih untuk menjadi kaki tangan Young Tak. Serta istrinya, si Myung Hwa, seorang perawat yang rasa kemanusiaannya terlalu tinggi sampai-sampai harus ikut campur pada hal yang sebenarnya tidak perlu-perlu banget. Serta konflik sosial, bikin film ini lumayan menegangkan.


***

Review Concrete Utopia: Akting Oke, Plot Kurang Oke, Myung Hwa Sok Oke

Secara ide cerita dan pesan-pesannya, film ini memang bagus. Tapi, secara plot dan alur entah kenapa terasa hemeh.... sulit dijelaskan. Bagus, tapi bukan yang terbaik. Dibilang jelek juga tidak, karena masih bisa banget buat diikutin. 

Berasa kurang garam aja eksekusinya. Entah lamban, ada plot hole, mbuletisasi atau datar dan bahkan terasa kurang dinamika antar karakternya.

Untung saja, akting Park Seo Joon, Lee Byung Hun, Park Bo Young dan yang lainnya sangat keren sehingga berhasil menghidupkan film ini. Meskipun karakter yang diperankan Park Bo Young; si Myung Hwa ini terlalu baik dan keputusannya lumayan mengganggu sih, udah macam orang tak paham situasi darurat aja nih si Myung Hwa.

Apalagi aku tuh udah masuk pada usia di mana menyadari bahwa sesekali menjadi egois tuh nggak apa-apa. Kita nggak bisa membantu semua orang yang ingin kita bantu. Membantu orang lain itu baik, tapi nggak sampai pada titik di mana kitanya yang justru dirugikan. Good job, Mbak Bo Young! Aku greget sekali pada kebaikan hati Myung Hwa di sini.



Review Ending Concrete Utopia yang Kurang Memuaskan

Meskipun memberi jawaban tipis tentang pertanyaan soal kejadian yang ada saat bencana, entah kenapa film ini tidak memberikan kepuasan yang kucari pada ending-nya.

Coba bayangin, tidurnya berdua, yang bangun cuma satu. Eeeh, spoiler wkwkwk...

Jadi gini, dengan segala chaos yang terjadi menuju ending, film ini terasa habis begitu saja. Concrete Utopia selesai terlalu cepat tanpa memberikan penjelasan latar belakang sebelum bencana terjadi. Kurasa, durasi dua menit untuk menjelaskan sedikit soal gempa yang terjadi sebelum kejadian rebutan apartemen, jauh lebih perlu daripada pembukaan film yang membahas kesempurnaan si apartemen doang.

Ya, meskipun sedih sama endingnya dan bohong banget kalau aku bilang nggak nangis pas nonton. Kayak ngenes aja, kenapa begitu? Setelah sekian kebaikan, kepatuhan, kesetiaan, keberanian dan kematian kok endingnya kayak gitu?

***

Sekian ulasan Concrete Utopia, film tentang pengungsian yang dimenangkan oleh akting brilian Duo Park dan Ahjussi Lee Byung Hun. Di sini mereka keren banget kok.

Terima kasih sudah membaca ulasan ini, jangan lupa bookmark blog Kak Bi ini ya, biar Pengembara bisa berkunjung lagi. Selamat menonton dan selamat rewatch bagi yang sudah nonton. Oh ya, karena aku suka mangga, kamu bisa banget dukung aku biar semangat nulis dengan traktir mangga di sini ya: https://teer.id/nurwahidah_bi

Komentar

Popular