Terbaru

Review KPop Demon Hunters (2025): Idola K-Pop vs Iblis, Siapa Pemenangnya?

Review KPop Demon Hunters (2025): Idola K-Pop vs Iblis, Siapa Pemenangnya?



Akhirnya, aku berkesempatan review film Kpop Demon Hunters juga. Soalnya nonton ini tahun kemarin tuh disela-sela jagain tante yang sakit karena kecelakaan motor.

Karena hal itu, nggak bisa ikutan hype dan rame-ramean di sosmed buat bahas film ini deh. Well, film ini jadi hiburan buatku saat itu.

Kalau ada yang bilang konsep idol K-pop jadi pemburu iblis itu terdengar aneh, jujur… memang iya. Tapi justru di situlah kekuatan KPop Demon Hunters eheheh. 

Di tangan yang tepat, konsep ini berubah jadi tontonan yang surprisingly solid, stylish, dan menghibur. Langsung masuk ke pembahasannya aja yuk.


***


Info Film

Judul: Kpop Demon Hunters 

Genre: Action, Music, Comedy

Sutradara: Maggie Kang, Chris Appelhans

Penulis Naskah: Maggie Kang

Pemain: Arden Cho, Ahn Hyo Seop, May Hong, Ji Young Yoo, Yunjin Kim, Daniel Dae Kim, Ken Jeong, Lee Byung Hun

Tayang: 20 Juni 2025

Durasi: 1 Jam 35 Menit

Rating Usia: Semua Umur + Bimbingan Orang Tua


***


Sinopsis Film KPop Demon Hunters:

Film ini berkisah soal Huntr/X, sebuah girl group K-pop yang diam-diam punya identitas lain sebagai pemburu iblis. Di balik panggung gemerlap, mereka bertiga melindungi dunia dari ancaman makhluk supranatural yang mengintai manusia.

Konflik semakin memanas ketika muncul Saja Boys, boy group misterius yang ternyata adalah iblis. Di antara mereka, ada Jinu, sang leader grup yang mulai menunjukkan sisi berbeda, terjebak antara kegelapan dan keinginannya untuk bebas.

Sementara itu, Rumi, salah satu anggota Huntr/X juga menyimpan rahasia besar tentang dirinya yang berkaitan langsung dengan dunia iblis. 

Saat ancaman Gwi Ma semakin besar, pertarungan bukan hanya soal menyelamatkan dunia, tapi juga soal identitas, penerimaan diri, dan kepercayaan bagi member dari kedua grup.


***


Rating 8/10 untuk film animasi yang bukan sekadar mengandalkan visual warna-warni atau popularitas K-pop sebagai umpan. 

Bagiku, film ini berhasil menggabungkan budaya pop modern dengan elemen supranatural dalam cara yang terasa segar banget. Bahkan, film ini berhasil menarik perhatian penonton K-drama dan masuk ke platform seperti MyDramaList loh, sesuatu yang jarang terjadi buat animasi Barat.


Baca juga: LOST IN STARLIGHT (2025): REVIEW FILM ANIMASI KOREA SELATAN

Review lainnya: REVIEW A MINECRAFT MOVIE (2025): FILM ANEH, TAPI SERU


Review Film Kpop Demon Hunters:

Secara keseluruhan, KPop Demon Hunters ini sebenarnya film yang menghibur, stylish, dan punya identitas kuat dan ikonik dengan beberapa hal kayak lagu, karakter dan adegannya, tapi juga terasa seperti ada yang kurang. 



1. Konsep yang Segar

Menggabungkan dunia K-pop dengan perburuan iblis bukan ide yang gampang. Sedikit saja salah langkah, film ini bisa terasa cringe banget atau terlalu dibuat-buat. Tapi menariknya, film ini cukup berhasil menjaga keseimbangan antara asyik dan serius.

Film ini nggak mencoba terlalu dalam, tapi juga nggak asal-asalan. Ada usaha untuk memahami budaya K-pop, bukan sekadar menempelkan estetika Korea sebagai dekorasi. Ini yang bikin film ini terasa lebih niat.

Namun tetap terasa sih kalau ini adalah interpretasi luar, bukan representasi autentik Korea itu sendiri. Dunia idol di sini terlalu bebas dan idealis dibanding realita industri K-pop yang sebenarnya jauh lebih keras, terkontrol dan memusingkan.

Oh ya, jangan lupakan kemunculan kucing biru alias demon cat yang namanya Derpy Tiger atau apalah itu. Ini juga rasanya segar banget dan beneran karakter yang menurutku harus jadi ikon film ini eheheh kyut sekali si kucing OCD yang sering muncul sama burung bertopi khas tradisional Korea ini.



2. Visual dan Animasi Menjadi Kekuatan

Dari sisi teknis, film ini benar-benar bersinar, asik banget visualnya. Animasi terasa halus, penuh warna, dan dinamis, ditambah koreografi aksi yang tajam dan memuaskan.

Desain karakter juga kuat, terutama kontras antara Huntr/X yang stylish dan glamor, serta Saja Boys yang sempat gonjreng manis bercampur sisi misterius dan gelap.

Setiap frame terasa hidup, dengan sinematografi yang hampir seperti video musik K-pop modern. Serasa lihat grup virtual kayak Plave gitu ehehe.



3. Musiknya Sulit Dilupakan

Nggak nyangka banget kalau lagu-lagu dari film ini bakal viral semua. Bahkan keponakanku yang umur 5 tahunan aja sampai hapal lagunya dan ngefans sama Rumi eheheh. Seolah-olah, dia sudah punya track record jadi kpoper sedari dini gara-gara lagu-lagu dari Kpop Demon Hunters.

Sebagai film bertema K-pop, soundtrack memang jadi elemen penting dan di sini, film ini berhasil secara 100%.

Beberapa lagu yang viral dan memang enak didengar adalah Golden, Free, What It Sounds Like dan Soda Pop. Lagu-lagu ini nggak hanya catchy, tapi juga membantu membangun emosi karakter. 

Meski begitu, nggak semua lagu punya daya tahan jangka panjang sih. Beberapa terasa seperti lagu film biasa yang enak saat ditonton, tapi gampang dilupakan setelahnya. Apalagi pengisi suara dan penyanyi beda-beda orang ternyata.



4. Karakter: Potensial, tapi Kurang Digali

Di sinilah masalah yang lumayan terasa dari film ini. Padahal, karakter utama seperti Rumi sudah cukup menarik, terutama dengan konflik identitasnya itu. Tapi, Zoey dan Mira aku masih sangat kurang puas sama latar belakang dan cerita keduanya. 

Ditambah, karakter lain, terutama Saja Boys, sangat kurang dieksplorasi. Jinu adalah satu-satunya yang mendapatkan bagian emosional, itu pun rasanya terburu-buru dan nggak tuntas.

Padahal, kalau semua anggota Saja Boys diberi latar belakang yang kuat walau tipis-tipis aja, konflik cerita bisa jauh lebih emosional dan kompleks sih. Nggak perlu latar belakang heboh yang wah banget, nanti ini film malah berubah jadi series eheheh.



5. Cerita yang Terburu-buru

Apa cuma aku yang berasa kalau film ini agak terburu-buru? Aku akui, opening-nya bagus banget, tema juga oke, bahkan ending film memorable banget bagiku. Film ini juga punya banyak ide bagus kayak identitas diri, konflik manusia vs iblis, kolaborasi antar musuh, dunia supranatural, sampai romance tipis antara Rumi dan Jinu.

Sayangnya, semua itu terasa dipadatkan dalam durasi yang terlalu singkat. Akibatnya jadi banyak pertanyaan nggak terjawab dengan memuaskan, world-building terasa dangkal dan ending buru-buru banget.


***


Kelebihan dan Kekurangan Film Kpop Demon Hunters:

- Kelebihan:

1. Konsep unik dan fresh, soal idol K-pop dan berburu iblis

2. Animasi berkualitas tinggi dan visualnya memukau

3. OST enak-enak dan memorable

4. Karakter utama cukup kuat secara emosional

5. Menghormati budaya K-pop dibanding sekadar eksploitasi semata

6. Seru dan gampang dinikmati berbagai kalangan



- Kekurangan:

1. Cerita terlalu cepat dan kurang mendalam

2. Karakter pendukung, terutama Saja Boys nggak berkembang 

3. World-building agak minim dan bisa memicu plot hole, kalau nggak diperhatikan baik-baik 


***


KPop Demon Hunters ini film yang menyenangkan kok, stylish, dan penuh potensi juga. Aku berharap ada season dua untuk kasih kesempatan ke karakter lainnya.

Film ini berhasil sebagai tontonan ringan kok, bisa jadi pintu gerbang untuk penonton yang baru terjun ke dunia K-pop dan tentu saja sebuah hiburan visual yang memanjakan mata. Tapi, memang sedikit gagal menjadi cerita yang benar-benar mendalam, mungkin ada hubungannya dengan rating usia ehehe. Entah aku yang ketuaan dan terlalu banyak mikir saat menonton ini. Atau ending-nya memang terasa seperti sedang membuka pintu untuk sekuel dan jujur aja, film ini memang lebih cocok dijadikan series daripada film tunggal.

Ulasan kali ini mengandung banyak gambar ya, gaeess...


Baiklah, sekian review kali ini. Aku tahu telat mengulas film ini, tapi nggak apa-apa siapa tahu saja ada yang belum nonton walau sudah familiar sama lagu-lagu dari film ini. Terima kasih sudah mampir.

Komentar