Terbaru

Alisa: Sebuah Cerpen Motivasi

Alisa: Sebuah Cerpen Motivasi

Alisa.Sebuah.Cerpen.Motivasi.jpg


[Cerpen Motivasi] Tidak ada yang menyangka bahwa hari itu akan menjadi awal perjalanan yang luar biasa bagi Alisa. Sebagai seorang pekerja kantoran yang tengah mencari arti lebih dalam di hidupnya, kata-kata bijak tentang tanggung jawab dan bersyukur seperti pencerahan di tengah hiruk-pikuk kesehariannya.


[Cerpen Motivasi] Alisa, gadis 25 tahun, seorang yang cenderung berpikir bahwa hidupnya kurang memadai. Rutinitas pekerjaan yang monoton dan kurangnya semangat membuat Alisa merasa terperangkap dalam kehampaan. Sebagai reaksi terhadap kejenuhan tersebut, Alisa memutuskan untuk melakukan sesuatu yang tidak disuruh atau diperintahkan oleh orang lain. Dia memutuskan untuk mengejar keinginan dan passion-nya yang terpendam; fotografi.

"Sampai kapan aku harus menjadi manusia yang disetir oleh orang lain?" gerutu Alisa setiap malam.

"Sampai kapan aku harus membahagiakan semua orang? Sejak kecil, semua hal tentangku seolah-olah bukan tentangku."


Alisa yang sejak remaja sebenarnya tertarik dengan dunia fotografi, mengambil kesempatan ini untuk menerjemahkan kejenuhan yang melanda. 

Pertama-tama, Alisa mencari tahu tentang dunia fotografi. Meskipun tertarik tentang dunia foto sejak remaja, Alisa tidak pernah diberi kesempatan untuk mempelajarinya. Kedua orang tuanya sangat mengedepankan nilai akademik, jangankan untuk mencari tahu hobi, cara jalan Alisa diatur oleh ibunya.

Semenjak kepergian sang ibu setahun lalu, Alisa yang merasa kosong dan hidupnya monoton dengan rutinitas rumah-kantor ditambah menjaga ayahnya, akhirnya memutuskan untuk sedikit berubah. Kepergian ibunya sebenarnya memberi kelonggaran akan arah hidup Alisa.

Dia belajar secara mandiri melalui buku, video tutorial, dan nekat menghadiri workshop fotografi. Sebagai seorang pemula, langkah pertamanya adalah mengenali kamera dan menguasai teknik-teknik dasar fotografi. Setiap hari, setelah pulang dari kantor, Alisa menyempatkan waktu untuk berlatih dan mengasah kemampuan di bidang fotografi.

Saat kaki Alisa mulai terasa lelah setelah seharian bekerja di kantor, dia akan memusatkan perhatian pada fotografi di malam hari. Hamparan bintang-bintang yang baru bisa muncul saat kamera membidiknya, membuat Alisa teringat kata-kata bijak yang menjadi pendorongnya. 

"Mengeluh tidak akan membuat kakimu yang lelah mendadak sembuh atau punggungmu yang letih mendadak kuat. Bertahan tidak akan membuatmu menjadi lebih baik. Terkadang butuh keberanian untuk memecah belenggu untuk menciptakan hal-hal yang lebih membahagiakan." Kata-kata itu menjadi mantra yang menguatkan semangatnya.


***


[Cerpen Motivasi] Setelah berbulan-bulan berlatih, Alisa mulai berani dan percaya diri untuk membagikan hasil karyanya di media sosial, dan tak disangka-sangka respons dari teman-teman dan orang-orang yang melihat karyanya sangat positif. Alisa merasa bahwa keputusannya untuk mengejar hobi membawa warna baru dalam hidup. Dengan bersyukur atas langkah yang diambilnya, Alisa menjadi semakin yakin bahwa semua tanggung jawab dalam meraih kebahagiaan ada pada dirinya sendiri.

Perlahan tapi pasti, Alisa mulai mendapatkan tawaran pekerjaan fotografi. Meskipun hanya proyek kecil di akhir pekan. Alisa bersyukur dan merasa bangga karena setiap hasil karyanya memiliki nilai lebih. Kini, kamera bukan lagi hanya objek teknis baginya, melainkan alat untuk mengekspresikan perasaan dan pandangannya terhadap dunia.


Baca juga: [SPOOKTOBER] CERPEN MISTERI: BERSEPEDA DI MALAM HARI

Cerpen lainnya: CERPEN GRATIS: KOTAK KENANGAN | CURAHAN SANG JAM


Suatu hari, Alisa mendapatkan tawaran untuk menjadi fotografer untuk sebuah proyek skala menengah. Tawaran itu datang dari perusahaan kecil yang mengakui kualitas karyanya. Meski mengetahui bahwa proyek itu akan menjadi tantangan besar baginya, Alisa mengingat kata-kata bijaknya, bahwa semua tanggung jawab ada pada dirinya sendiri.

Selama proses pengerjaan proyek itu, Alisa mengalami berbagai tantangan dan rintangan. Kepala terasa pusing memikirkan konsep terbaik, tangan lelah menangkap momen demi momen, dan pikiran merasa tertekan oleh tanggung jawab yang diemban. Terkadang percekcokan dengan tim penanggung jawab perusahaan muncul, berdebat alot karena mereka kurang puas dengan hasil foto preview yang diberikan Alisa. Terkadang mereka banyak maunya, terkadang Alisa yang egois untuk minya didengar.

Bahkan fokusnya pada proyek itu hampir membuatnya kehilangan pekerjaan utama. Tapi, di setiap kesulitan, Alisa selalu meyakinkan bahwa ini adalah jalan yang dipilih. Maka dia tidak boleh mengeluh.

Seiring berjalannya waktu, proyek itu selesai juga. Alisa merasa telah memberikan yang terbaik dari dirinya, dan berharap hasilnya mengagumkan. Perasaan puas dan bahagia menyelimuti hatinya. Alisa menyadari bahwa keputusannya untuk keluar dari zona nyaman, mengambil tanggung jawab atas kebahagiaannya sendiri, adalah langkah yang benar.


[Cerpen Motivasi] Setelah proyek besar tersebut, Alisa kembali fokus bekerja. Fotografi hanya menjadi pekerjaan sampingan yang akan diambil job-nya bila Alisa merasa cocok.

Alisa sempat ditawari untuk menjadi narasumber di beberapa workshop fotografi agar bisa berbagi pengetahuannya dengan orang lain. Alisa menolak, karena bagi dirinya fotografi hanyalah sebuah hobi. Alisa sudah berhasil mencoba jalan yang dipilih, dia tentu menyadari bahwa tanggung jawab itu bukanlah beban, melainkan kekuatan. 

Alisa merasa sudah mendapatkan cukup kekuatan untuk mewarnai hari-hari yang membosankan, dengan mengambil tanggung jawab atas hidupnya sendiri. Merasakan menjadi diri, setelah sekian lama hidup diatur oleh orang lain.

Alisa tidak hanya meraih kebahagiaan pribadi, hidupnya yang dulu monoton kini dipenuhi petualangan yang penuh makna, kala Alisa menyempatkan waktu memotret alam dan dan sekitar.

"Saat kamu memilih untuk melakukan sesuatu yang tidak disuruh atau diperintahkan oleh orang lain, semua adalah tanggung jawabmu sendiri. Mengeluh, tidak akan membuat kakimu yang lelah mendadak sembuh atau punggungmu yang letih mendadak kuat."

"Bersyukur karena sudah menyelesaikan apa yang kamu lakukan adalah hal terbaik yang bisa kamu lakukan, daripada mengeluhkan momen setelah melakukan sesuatu atas dasar dorongan diri sendiri."

Alisa, berhasil melakukannya. Siapa tahu, di masa depan nanti akan ada hobi dan passion baru yang menantinya?


***


TAMAT

Gorontalo, 18 November 2023

Komentar

Popular