Terbaru

Cerita Misteri di Kereta Malam: Cerpen Kak Bi

Cerita Misteri di Kereta Malam: Cerpen Kak Bi

Cerita.Misteri.di.Kereta.Malam.Cerpen.Kak.Bi.jpg


[Cerpen Kak Bi] Di suatu jalur kereta yang tersembunyi di tengah hutan lebat, terhampar malam yang gelap gulita. Sorot lampu kereta membelah kegelapan, mencipta atmosfer yang mencekam.

Di dalam kereta malam, penumpang duduk dengan tegang. Hutan dan jalur yang berada di sekeliling mereka menyembunyikan rahasia yang tak terungkapkan.

Tiba-tiba, lampu kereta mati dan suasana menjadi gelap. Suara angin melolong di luar jendela, meningkatkan ketegangan di antara penumpang. Bisik-bisik dan riuh menggelitik telinga.

Tidak butuh waktu lama, lampu menyala kembali dan seseorang masuk ke gerbong paling tengah. Orang itu memiliki mata yang penuh rahasia, dan tiba-tiba muncul dari ketiadaan.

Orang itu memandang setiap penumpang dengan senyum misterius. Para penumpang menatap dengan napas agak tertahan.

"Tadi ada perbaikan sedikit, lampu sudah menyala dan selamat beristirahat hingga tempat tujuan." Suaranya bergema di dalam kereta saat dia mulai berbicara, membuat bulu kuduk semua penumpang merinding.

Tak lama kemudian, pria misterius berbaju rapi itu pergi ke pintu gerbong selanjutnya. Penumpang di gerbong tengah kembali tenang.

"Mau mendengarkan cerita?" Pria tua di kursi depan mendadak berdiri. Para penumpang meliriknya risih, ini sudah malam, perjalanan masih panjang dan mereka butuh tidur, bukannya sebuah cerita.

"Siapa kau?" tanya pemuda berkacamata dengan kemeja bernoda lipstik di sudut kerahnya.

"Aku hanya penulis yang tertidur dan merasa bosan naik kereta malam ini."

"Kau punya cerita apa, Pak Tua?" Lelaki dengan peta di tangannya menyela.

"Jika kalian berkenan, aku bisa menceritakan cerita misteri dan mengerikan yang pernah terjadi di dalam kereta."

"Untuk apa cerita seperti itu?" sela wanita berlipstik tebal dengan alis mata segaris, menggandeng mesra pria gondrong di sebelahnya.

"Tentu, aku tidak mau mendengarnya!" sahut wanita berambut pirang di seberangnya. 

"Kau bisa ceritakan sebuah dongeng agar kami terlelap," timpal nenek tua yang duduk dengan cucu perempuannya tepat di kursi belakang wanita berambut pirang.

"Oh tidak, cerita misteriku akan menggambarkan peristiwa-peristiwa aneh yang tak bisa dijelaskan secara logika. Tapi, bukan dongeng," jelasnya berdiri menatap para penumpang.

Penumpang terdiam, saling memandang dengan rekan di sebelah. Pria tua itu keluar dari tempatnya dan berjalan di tengah-tengah para penumpang. Dia mulai menceritakan sebuah cerita misteri  yang diakui pernah dimuat surat kabar beberapa tahun lalu.

Para penumpang mendengarkan, tentang gadis yang berteriak histeris di keheningan malam saat kereta melewati jalur tua tempat kereta barang dulu. Si gadis ditemukan dengan luka tembak di sekujur tubuh, kecuali kepala dan bagian perut juga dadanya. Perlahan-lahan, satu per satu, orang-orang di dalam kereta meregang nyawa.


Baca juga: FIRASAT | CERPEN MISTERI KAK BI

Cerpen lainnya: CERPEN MISTERI: KETIKAN MISTERIUS


[Cerpen Kak Bi] Di dalam kereta malam yang misterius itu, lorong panjang dihiasi dengan lampu-lampu redup, menciptakan aura tenang dan penuh misteri.

Penumpang yang tadinya duduk bersandar di kursi empuk, kini duduk dengan badan condong ke depan untuk mengikuti si pria tua yang tengah bercerita.

Cahaya lembut dari lampu gerbong menyinari wajah-wajah penumpang. Seorang penjelajah petualang yang duduk di sudut, sedang menelusuri peta sambil mendengarkan cerita. Di kursi sebelahnya, seorang wanita berkulit gelap dengan kalung mutiara mendadak risih dengan cerita tersebut.

Pemandangan dari jendela kereta begitu memesona. Hutan yang lebat dan gelap terhampar di luar, seakan mendukung suasana yang diceritakan oleh pria tua. 

Beberapa penumpang memilih untuk menatap keluar jendela, sementara yang lain asyik menyimak.

Kereta meluncur di atas jalur yang agak berliku-liku, getaran halus terasa di dalam kereta. Suasana semakin menggigit ketika lampu kereta tiba-tiba kembali padam, dan penumpang wanita berteriak.

Para penumpang pria terdiam dalam kegelapan total. Suara-suara perbincangan redup terdengar, si pria tua ikut terdiam.

"Mayat-mayat itu," ucapnya terbata. "Haruskah kulanjutkan cerita ini?"

"Tidak perlu, Pak Tua! Kau membuat gadis-gadis ketakutan," seru pria dengan kerah bernoda lipstik.

Penumpang-penumpang, merasa suasana kali ini agak berbeda. Suara-suara bisikan dan langkah-langkah ringan semakin menambah suasana tegang di dalam kereta, ditambah lampu padam lebih lama dibandingkan sebelumnya.

Lampu menyala, tiga pria dan dua wanita sedang berdiri dan sisanya duduk saling memeluk dengan rekan di sebelah. Ini adalah momen ketika rasa misteri benar-benar merasuki kereta malam tersebut.

Entah para penumpang mulai merasa terpikat oleh cerita pria tua itu. Mereka mulai menyadari bahwa suasana yang diceritakan pria itu, seolah sedang terjadi saat ini.

"Aah!" teriakan wanita dari kursi paling belakang, dekat pintu gerbong selanjutnya itu membuat para penumpang kaget.

Si penjelajah keluar dari tempatnya dan mendekat untuk melihat siapa yang berteriak. Wanita itu berlumuran darah, dengan luka menganga di perutnya.

Mendadak kereta jadi kacau. Pria tua yang bercerita diam sambil tersenyum. Tak butuh waktu lama, nenek-nenek di belakang gadis pirang mendadak kejang-kejang. Mulutnya berbusa, cucunya panik sambil menangis.

"Apa ini? Apa yang terjadi? Kau penyihir ya!" Lelaki berkacamata lainnya mendekati pria tua sambil mencengkram kerah bajunya.

"Kalian sudah mati!" ucapnya tenang.

Kalimat itu membuat perhatian para penumpang tertuju pada pria misterius yang membuka pintu, pria yang merupakan konduktor itu mengarahkan pistol ke arah penumpang. Pria misterius tertawa dan pria tua yang menceritakan cerpen misteri mendadak menghilang begitu saja.

Para penumpang panik dan mulai berteriak histeris melihat pemandangan aneh dan mencekam di hadapan mereka.

"Kalian merasakan kereta mulai melambat kan?" tanya wanita berkalung mutiara. Konduktor terdiam, para penumpang mengabaikan pistol di tangannya.

Mereka segera menuju jendela dan melihat ujung depan kereta sedang melintasi jembatan tua di atas jurang yang dalam, penumpang menyadari bahwa mereka tidak baik-baik saja. 

Mereka meringis ketakutan, berteriak dan marah pada hal yang tidak mereka ketahui. Sesaat kemudian, lampu kereta padam lagi. Kereta terhenti tiba-tiba dan jatuh perlahan disertai suara minta tolong, bunyi tembakan dan tangisan para penumpang.


***


[Cerpen Kak Bi] Pria tua mendadak batuk, dia terbangun dari tidur, baru saja melihat masa depan. Tanpa banyak bicara pria tua itu melihat pria berkacamata tengah bermesraan dengan wanita berlipstik tebak dengan alis mata segaris di luar kereta. Dia melihat pria dengan peta di tangan masuk, disusul nenek dan cucu perempuannya.

Pria tua segera berdiri dan melirik wanita berkalung mutiara sedang menertawakan pria gondrong yang kakinya terantuk kaki kursi. Pria tua segera keluar dari dalam kereta dan memutuskan untuk menunda keberangkatannya.

Pria tua itu tak ingin pergi dengan orang-orang yang akan segera mati. Orang-orang yang akan jadi tokoh dan karakter baru dalam cerita-cerita misteri miliknya.


***


Koran Dreamland. 

Metroville, 22 Maret 1977 — Malam yang menyelimuti perjalanan kereta dari Metroville ke Forestmyst disertai dengan kecelakaan mengerikan yang terjadi dini hari tadi. Kereta malam yang sedang menuju kota terpencil Forestmyst, mengalami insiden yang mengguncang para penumpang dan mengundang perhatian publik.

Menurut korban selamat, sekitar pukul 2 pagi, saat kereta melintasi jalur yang berliku di tengah hutan lebat, tiba-tiba terdengar suara dentuman hebat. Penumpang di gerbong belakang merasakan goncangan yang tak terelakkan.

Saat evakuasi, kereta ditemukan dengan keadaan telah keluar dari rel dan terjuntai di tepian jurang. Para penumpang di beberapa gerbong belakang, berhasil diselamatkan oleh tim penyelamat. Para pejabat setempat juga turut datang untuk menyelidiki penyebab kecelakaan ini.

Hingga saat ini, penyelidikan awal menunjukkan kemungkinan adanya masalah teknis dengan rel kereta yang menjadi faktor penyebab keluar jalurnya kereta tua ini. 

Lebih dari 60 penumpang yang selamat segera dilarikan ke rumah sakit dan pusat kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Lebih dari 40 korban jiwa dinyatakan tewas. Mereka adalah penumpang dari gerbong depan, hingga gerbong bagian tengah. 

Pihak kepolisian Metroville akan bekerja sama dengan kepolisian setempat dan berjanji memberikan informasi lebih lanjut seiring berjalannya penyelidikan terkait insiden ini.


Tamat

Gorontalo, Agustus 2023

Komentar