Jack, Pencuri Kutukan: Cerpen Fantasi Petualangan
Jack, Pencuri Kutukan: Cerpen Fantasi Petualangan
Di antara alam mimpi dan kenyataan, cerpen fantasi petualangan akan mengajakmu memasuki pintu rahasia menuju dunia tak terbatas. Saksikanlah petualangan ajaib yang membalut setiap kata, membawamu melintasi ruang-waktu di mana imajinasi mewujud menjadi kenyataan.
***
[Cerpen Fantasi Petualangan] Jack, si pencuri paling lihai di seluruh negeri Biru. Dia bukan Robin Hood yang terkenal dari negeri Sherwood Forest. Jack hanya pencuri kelas teri yang mencuri untuk makan.
Suatu hari, Jack sedang mencuri di rumah seorang penyihir tua dan tak sengaja merusak boneka ajaib di antara barisan boneka-boneka aneh yang dimiliki sang penyihir.
Melangkah mundur dengan berhati-hati, Jack gagal melarikan diri saat mendengar suara batuk kecil dari penyihir tua. Penyihir tersebut sangat marah dan mengutuk Jack. Jack meminta maaf dan mengembalikan beberapa barang curian.
Namun, penyihir terus mengutuk. "Kau akan selalu merasa kesepian dan tidak bisa jatuh cinta. Semua yang pada akhirnya merasakan cintamu akan menerima hukuman."
"Berhenti mengutukku, aku tidak mencuri apapun selain merusak boneka rapuhmu!"
"Kau mencuri kutukanku, rasakanlah hidup kesepian sepanjang masa!"
Meskipun merasa kesal, Jack mengabaikan kutukan itu dan meninggalkan rumah penyihir tua tanpa membawa satu barang curian pun. Satu-satunya yang hilang dari rumah itu adalah boneka yang dirusak oleh Jack, sebab dibuang oleh penyihir tua.
***
Beberapa minggu berlalu, Jack masuk penjara karena tertangkap pengawal kerajaan. Karena tak punya teman bahkan keluarga, dia tidak bisa minta bantuan siapapun agar tidak dipenjara.
Jack mendekam di dalamnya selama beberapa minggu, sampai suatu hari seorang wanita cantik bernama Lizzy membebaskannya secara bersyarat.
Lizzy adalah nama yang asing dan mengaku sebagai seorang sahabat lama kepada penjaga penjara, dia pun membayarkan sejumlah emas sehingga Jack bisa bebas.
"Kamu siapa?" tanya Jack begitu penjaga yang mengantarnya bertemu Lizzy di luar penjara pergi.
"Aku melihatmu sebelumnya, dan mau membalas budi karena sudah menolongku."
"Bicara apa kau ini? Dasar wanita gila!" ujar Jack berjalan mendahului Lizzy.
Jack, awalnya terkejut melihat wanita cantik yang mengaku sebagai sahabat pada penjaga penjara. Tapi, tiba-tiba dia merasa takut dan memang harus curiga pada niatan wanita asing di hadapannya.
Lizzy hanya tersenyum ramah dan mengikuti Jack tepat di belakangnya. "Aku dengar kau seorang pencuri, terkadang juga bekerja untuk uang." Lizzy memulai pembicaraan.
"Apa maksudmu?"
"Ini!" Lizzy menyodorkan sekantong emas yang tampak berat di mata Jack. Jack terdiam, matanya tertuju pada kantong emas. "Bantu aku berkeliling negeri Biru. Aku bayar kau, Tuan Pencuri."
Jack, tidak bisa menolak uang. Dia langsung setuju bahkan tanpa bertanya asal muasal wanita bernama Lizzy itu.
Setelah keluar dari penjara dan memulai perjalanan bersama. Jack sesekali masih mencuri, Lizzy tahu itu tapi dia mengabaikan. Lagipula, sekantong emas pemberiannya juga adalah hasil curian.
Baca juga: KUTUKAN BUAH PERSIK | CERPEN FANTASI PETUALANGAN
Cerpen lainnya: CERPEN FANTASI TERBARU 2025: JEJAK SANG PUTRI
Terkadang, Jack merasa takjub pada kecerdasan dan keanggunan Lizzy, saat membantunya dalam situasi darurat ketika tertangkap oleh korban pencuriannya. Wanita berkulit porselen, rambut kuning, mata gelas hijau dengan guratan hitam pekat, yang kala tersenyum muncul titik kecil di sisi kiri bibirnya, membuat Jack berdebar-debar tanpa alasan.
***
[Cerpen Fantasi Petualangan] Suatu malam, mereka tiba di perkemahan para pengembala. Tanpa tahu bahwa Jack dan Lizzy adalah komplotan pencuri, para pengembala menjamu mereka dan mengajak berkumpul di sekitar api unggun.
Kala malam semakin gelap, para pengembala tertidur di tenda, keinginan mencuri pun semakin tinggi. Tapi, kali ini Lizzy menolak ajakan kerja sama. Padahal, beberapa minggu terakhir keduanya menjadi sangat kompak dalam pekerjaan haram mereka sambil mengelilingi negeri Biru.
"Ada apa? Apa kau ingin berhenti bertualang?"Jack merasa getir sambil melihat bintang-bintang yang berkelap-kelip di langit.
"Aku hanya ingin hari ini tetap seperti sekarang. Coba lihat mereka, apa yang bisa dicuri dari keluarga-keluarga yang sedang berlibur?"
"Hmm, baiklah. Aku ampuni mereka karena kejunya sangat enak."
"Jack, pernahkah kau merasakan cinta sejati?" tanya Lizzy memecahkan keheningan malam.
Jack menatap jauh ke depan, "Aku ... aku tidak tahu. Kutukan penyihir mengatakan aku tak bisa jatuh cinta."
"Kutukan?"
"Apa aku belum cerita?" Jack menatap Lizzy.
"Apa itu soal penyihir?" Lizzy tertunduk.
"Kau tahu si penyihir? Siapa kau sebenarnya?"
Lizzy tersenyum lembut, "Tidak semua kutukan kekal, Jack. Kita bisa mencari cara untuk menghancurkannya. Bahkan kau sudah menghancurkan satu kutukan."
"Apa maksudmu?"
"Apa aku belum cerita soal siapa aku sebenarnya?"
"Aku tidak bertanya, karena kau membayarku untuk berkeliling negeri Biru. Apa kau masih akan membayarku, jika bertanya soal jati dirimu?"
"Aku sudah bekerja untukmu selama ini. Masih kurang?" Lizzy tertawa.
"Jadi, siapa kau sebenarnya?"
"Kau menghancurkan kutukanku, aku adalah boneka yang kau pecahkan di rumah penyihir tua."
Jack terdiam, pandangannya menghakimi setiap lekukan tubuh berbalut jubah hitam itu. "Kau? Boneka?"
"Aku manusia!"
"Bagaimana bisa?"
"Penyihir menculikku dari negeri Lumina, bersama yang lain dan dibuat menjadi boneka untuk ritual-ritual jahat." Lizzy mendadak sendu. "Ah, tidak perlu bahas itu. Kau harusnya jawab pertanyaanku."
"Pertanyaan apa?" Jack berkilah.
"Pernahkah kau merasakan cinta sejati, Jack?"
"Tidak pernah, dan sepertinya tidak akan bisa! Karena aku dikutuk oleh penyihir." Jack akhirnya menceritakan apa yang terjadi, Lizzy pun berbagi beberapa kisah.
Keduanya larut dalam obrolan tengah malam, anehnya, Jack semakin berdebar saat mendengar suara Lizzy. Keduanya saling berbagi kisah, hingga tanpa sadar tertidur di dekat perapian.
***
"Bangun!" teriak para pengembala kepada Lizzy dan Jack.
"Lari dari sini! Ada beruang!" Mereka semua panik.
"Apa maksudmu?" Jack masih bingung karena baru bangun tidur, di tengah semburat langit yang masih biru gelap dengan arsiran abu-abu.
"Penjaga kami menemukan jejak beruang di ujung hutan bagian tenggara, mereka akan sampai ke sini kurang dari satu jam. Kita harus segera pergi," jelas seorang wanita berbadan tambun.
Lizzy dan Jack, beserta para pengembala yang berkemah pun memutuskan berpisah. Para pengembala yang sedang berlibur itu kembali ke perkampungan mereka. Sementara, Lizzy dan Jack melanjutkan perjalanan.
Bersama-sama, mereka berdua menjelajahi hutan dan gunung atas ide Lizzy. Mereka pun mencari petunjuk atau sihir apapun yang dapat menghapus kutukan Jack.
***
[Cerpen Fantasi Petualangan] Selama perjalanan itu, Jack justru semakin merasa dekat dengan Lizzy. Tapi, ketika dia mencoba mengungkapkan perasaannya, Jack merasa ragu dan kembali menyimpan kata-katanya.
Dua hari berkelana di hutan dan gunung, mereka berdua kini tengah duduk di tepi danau yang tenang, Jack akhirnya memutuskan untuk mengungkapkan segalanya. Bisa saja, jika memaksa mengungkapkan perasaan, kutukan itu bisa hilang. Atau memang tak pernah ada.
"Lizzy, aku rasa, aku menyukaimu?"
"Kau menyukaiku? Bagaimana dengan kutukan penyihir?"
"Aku tidak peduli dengan itu, selama aku merasakan sesuatu untukmu. Kupikir itu sudah lebih dari cukup."
"Jack, aku rasa aku juga—" sebelum Lizzy selesai berbicara, Lizzy mulai berubah.
Tubuhnya mengalami transformasi, jari-jarinya mendadak mengecil dan mengkilap. Hidungnya menjadi keras, rambutnya mendadak menggulung dan menempel ke kepala dan leher.
Jack terkejut menyaksikan semua perubahan Lizzy yang kembali menjadi boneka porselen rusak di rumah penyihir tua. Ketika Jack menyadari kenyataan yang sulit itu, tangannya gemetar. "Lizzy, aku ... aku tidak tahu apa yang harus kukatakan."
Lalu, terdengar suara lembut dari boneka Lizzy, "Jangan khawatir, Jack. A-ku ba-hagia bisa bersama denganmu, meskipun da-lam bentuk i-ni."
Suara terakhir yang didengar Jack disusul oleh teriakan dan tangisannya sendiri. Dipeluknya boneka sekecil dua telapak tangannya itu.
Meskipun bersedih, dengan berat hati Jack memilih untuk menerima nasibnya. Wanita yang berhasil merebut hatinya telah kembali menjadi boneka. Jack kesal dan marah pada penyihir karena mengabaikan kutukan itu. Tapi, dia bisa apa? Dirinya hanya bisa menerima nasib.
***
Pada akhirnya, Jack melanjutkan perjalanan, bersama dengan boneka Lizzy. Jack berhenti mencuri dan menjalani petualangan sepi. Jack menjelajahi negeri Biru sendirian, dengan pengharapan kutukan dirinya dan Lizzy bisa sepenuhnya lenyap.
***
TAMAT
Gorontalo, 29 Desember 2023
Oh ya, karena aku suka mangga, kamu bisa banget dukung aku biar semangat nulis dengan traktir mangga di sini ya: https://teer.id/nurwahidah_bi
Komentar
Posting Komentar