Terbaru

Review Legend of the Female General (2025): Cheng Lei dan Zhou Ye jadi Jenderal Perang

Review Legend of the Female General (2025): Cheng Lei dan Zhou Ye jadi Jenderal Perang



Legend of the Female General adalah drama Cheng Lei pertama yang aku tonton di tahun 2025 kemarin. Ini juga menandai pertama kalinya aku suka Cheng Lei eheheh, dan mulai mencari semua dramanya setelah menonton ini.

Drama Legend of the Female General, juga jadi pertemuan pertamaku dengan Zhou Ye, sebelumnya meski sudah mulai nonton drachin ulang sejak tahun 2019, aku memang belum banyak list tontonan drama China, makanya dramanya Zhou Ye belum pernah aku tonton.

Dahlah, daripada curhat mending langsung masuk ke ulasannya saja ya.


***


Info Drama 

Judul: Legend of the Female General

Sutradara: Jeffrey Chiang

Penulis Naskah: Chang Ye, Feng Shu Wen

Genre: Romance, Wuxia, Drama, War

Pemain: Zhou Ye, Cheng Lei, Zhang Kang Le, Zhang Miao Yi, Li Qing, Bai Shu

Rilis: 6 Agustus 2025 - 20 Agustus 2025, Hunan TV, Mango TV, Tencent Video

Episode: 36

Durasi: 40 Menit

Rating Usia: 14+


***


Sinopsis Drama China Legend of the Female General:

Untuk melindungi status militer keluarganya, He Yan terpaksa hidup sebagai saudara laki-lakinya, He Ru Fei, sejak kecil. Di balik topeng dan identitas palsu itu, dia tumbuh menjadi seorang jenderal hebat yang memenangkan banyak pertempuran atas nama orang lain.

Namun setelah kembali sebagai pahlawan perang, keluarganya justru mengkhianatinya demi mengembalikan identitas asli He Ru Fei. He Yan dibuang dan nyaris dibunuh, sampai akhirnya dia kembali dengan identitas baru dan menyamar sebagai pria untuk masuk ke kamp militer Yezhou.

Di sana, dia kembali bertemu Xiao Jue, mantan teman sekolahnya yang kini menjadi jenderal terkenal sekaligus pria yang curiga bahwa He Yan menyimpan sesuatu.

Dari medan perang, pengkhianatan keluarga, politik kerajaan, sampai hubungan yang berkembang perlahan di tengah bahaya, kisah He Yan dan Xiao Jue jadi perjalanan panjang tentang identitas dan pengorbanan.


***


Rating 8.4/10 untuk drama yang bikin aku jatuh cinta pada pandangan pertama sama Cheng Lei *eyyaaak.*

Sebenarnya drama ini punya banyak kekurangan. Plot hole? Ada. Logika drama perang yang kadang bikin mengernyit? Juga ada. 

Tapi di saat yang sama, drama ini juga punya chemistry yang luar biasa antara He Yan dan Xiao Jue, di mana hubungan mereka rasanya setara dari berbagai sisi. Pun adegan pertarungan yang cukup seru, karakter utama perempuan yang kuat tanpa terasa dingin, dan jujur saja… sulit untuk nggak menikmati drama ini.


Baca juga: REVIEW DRACHIN ROMCOM: I WILL NEVER LET YOU GO (2019)

Review lainnya: REVIEW LOVE BETWEEN LINES (2026): DRACHIN SERU DENGAN TEMA VIRTUAL REALITY GAME


Review Drama China Legend of the Female General

Ini dia Moon Couple kita gaeess~~


1. Main Couple yang Benar-Benar Setara

Salah satu hal terbaik dari Legend of the Female General adalah hubungan antara He Yan dan Xiao Jue. Mereka bukan pasangan dengan dinamika cowok menyelamatkan cewek setiap saat atau cewek kuat tapi cowoknya jadi nggak berguna. Mereka berdua nih benar-benar seimbang.

He Yan kuat, pintar, berani, dan punya kemampuan tempur yang nggak kalah dari Xiao Jue. Tapi Xiao Jue juga tetap punya aura sebagai jenderal hebat, bukan sekadar tempelan visual.

Mereka saling membantu di medan perang, saling percaya saat keadaan kacau, dan sama-sama rela berkorban satu sama lain. Rasanya jarang ada drama yang berhasil bikin pasangan utamanya benar-benar setara dalam cinta, kekuatan, jabatan, pengorbanan, sampai effort dalam hubungan.

Ini tuh bikin hubungan mereka terasa satisfying, momen-momen mereka juga entah kenapa sinematik banget di kepalaku. Momen pas He Yan dibikin buta dan ada di pengasingan terus ketemu Xiao Jue, momen He Yan dan Xiao Jue 'mandi bareng' *eyyaak*, waktu menyamar jadi suami istri, waktu acara pakai topeng, He Yan mabuk dan manggil Xiao Jue sebagai ayah, sampai momen melihat bulan dan ungkapan cinta, yang bikin couple ini dipanggil moon couple. Aaah, semuanya membekas di aku.

Coba bayangkan, dari kacamataku adegan pernyataan cinta paling indah yang pernah kutemui di drachin sejauh ini ya pernyataan cinta He Yan dan Xiao Jue. Sangat puitis, bermakna dan personal banget, kayak bakal susah didapatkan dari drama China lain karena fokusnya ke bulan eyyaaak. Indah banget loh.

“Aku akan memberi tahu sepuluh rahasiaku kepadamu. Rahasia terakhir, aku menyukai bulan tapi bulan tidak mengetahuinya.” He Yan di episode belasan.

“Apakah kau masih menyukai bulan? Sekarang, bulan adalah milikmu.” Balasan Xiao Jue di episode dua puluhan.

Chemistry Zhou Ye dan Cheng Lei gila bagus banget, bukan cuma di drama, tapi di video-video promosi juga bbeuh manis dan membara wkwkwk. Setiap tatapan Xiao Jue ke He Yan selalu terasa intens, sementara He Yan sendiri punya energi menggoda yang lucu tapi tetap natural. Mereka punya tipe chemistry yang bikin adegan sederhana seperti saling melirik saja sudah bikin romantis parah. Mana kadang terasa imut, kalau dua-duanya lagi salting gitu.



2. Zhou Ye Benar-Benar Bersinar sebagai He Yan

Kamu bakal paham kenapa banyak orang akhirnya jatuh cinta sama karakter He Yan di drama ini. Dia tuh kuat dan tomboy tapi nggak kehilangan sisi emosionalnya sebagai perempuan, masih cukup girly. Bisa memimpin pasukan, tapi juga tetap punya keraguan dan luka batin sebagai seseorang yang hidup bertahun-tahun memakai identitas orang lain.

Zhou Ye membawakan semua sisi itu dengan sangat baik, bahkan sampai ke adegan aksinya yang benar-benar terasa niat banget. Saat He Yan bertarung memakai tombak atau pedang, kelihatan kalau Zhou Ye benar-benar berusaha membuat gerakannya terlihat kuat, bukan sekadar cantik untuk kamera aja.

Sword dance He Yan di Yezhou? Ikonik. Duelnya melawan Ding Yi? Puas banget ditonton. Waktu melawan komandan Lie He? Intens dan penuh tekanan.

He Yan mungkin bukan tipe jenderal perempuan yang besar dan intimidating secara fisik, tapi dia punya kemunculan yang tegas dan tegar, nah itu rasanya lebih penting sih untuk dunia Legend of the Female General eheheh.



3. Xiao Jue, Jenderal Karismatik yang Kurang Digali

Cheng Lei cocok banget jadi Xiao Jue. Tatapannya tajam, auranya dingin, dia ganteng dan dia punya vibes jenderal muda yang sulit ditebak.

Masalahnya… ini drama terasa kurang memaksimalkan karakternya ini, mungkin mau fokus sesuai judulnya kali ya.

Ada beberapa momen di mana Xiao Jue terasa kayak love interest doang dibanding sosok jenderal legendaris. Untungnya chemistry, ketamvanan, aura dan performa Cheng Lei tetap bikin karakternya menarik untuk ditonton.

Dan ya, Xiao Jue punya banyak adegan side-eye legendaris di drama ini yang bikin aku jatuh cinta sama Cheng Lei. 


4. Beberapa Hal Positif dari Drama Legend of the Female General

Kalau ada satu hal yang langsung terasa sejak episode awal Legend of the Female General, drama ini tuh tahu persis mau jadi apaan. Nggak berusaha jadi drama perang super realistis banyak strategi rumit, tapi juga nggak jatuh sepenuhnya jadi romansa drama idol yang kosong tanpa arah. Drama ini berdiri di tengah-tengah, ada aksi, chemistry, drama keluarga, intrik politik, dan tentu saja trope penyamaran perempuan jadi laki-laki yang entah kenapa nggak pernah gagal bikin penasaran.

Well, bagi aku yang agak pemilih soal drama dengan genre aksi, adegan aksi dan fight choreography di drama ini keren banget loh.

Gerakannya cepat, intens, dan punya impact. Beberapa battle scene bahkan terasa jauh lebih hidup dibanding banyak drama kostum lain yang terlalu mengandalkan slow motion dan CGI.

Adegan perang He Yan dan Xiao Jue melawan Wu Tuo atau bahkan adegan He Yan dan Xiao Jue yang latihan di camp di sebuah malam juga keren banget.

Selain koreografi action dan pasangan utama, drama ini juga punya second male lead yang cukup mencuri perhatianku, si Chu Zhao. Dia bukan villain penuh, tapi juga bukan orang baik sepenuhnya. Ambisinya, obsesinya, dan konflik moral dalam dirinya justru bikin karakternya terasa paling kompleks dibanding banyak karakter lain.

Zhang Kangle membawakan sisi abu-abu Chu Zhao dengan bagus. Kadang bikin kesal, kadang bikin kasihan.

Sementara untuk second couple kita, ada Cheng Li Su dan Song Tao Tao yang jadi sumber energi ringan di tengah cerita yang cukup berat. Hubungan mereka lucu, manis, dan bikin drama nggak terasa terlalu serius terus-menerus. Aku cukup menantikan kemunculan mereka daripada rapat nggak jelas di aula istana sama para menteri itu wkwkwk....



5. Tapi Drama Ini Juga Punya Kekurangan

Nah, sekarang bagian jujurnya, drama ini memang menyenangkan, tapi logikanya kadang benar-benar harus dimatikan dulu. Beberapa keputusan karakter terasa aneh. Ada momen di mana He Yan bisa melakukan hal-hal yang seharusnya mustahil dilakukan seorang prajurit biasa tanpa konsekuensi apa pun.

Penyamarannya juga kadang lucu dan ambigu sih. Beberapa karakter bisa langsung sadar kalau dia perempuan termasuk Xiao Jue, sementara yang lain benar-benar nggak curiga sama sekali. Bahkan paling lucu tuh, pas He Yan menyamar sebagai perempuan, dia kan literally cuma balik jadi perempuan eh beberapa prajurit tetap nggak ngeh wkwkwk.

Selain itu beberapa konflik politik terasa terlalu mudah selesai, mana ada bagian yang terlalu banyak pidato soal loyalitas dan kehormatan, beberapa kematian terasa random aja dan ending sub plot tertentu terasa agak terburu-buru.

Ada juga momen-momen romance trope yang agak berlebihan di pertengahan drama. Setelah awalnya terasa kuat dan fokus, cerita sempat melambat karena terlalu sibuk dengan adegan romantis dan salah paham.

Aku bahkan merasa kalau drama ini sebenarnya bisa selesai lebih cepat tanpa kehilangan inti ceritanya, ya mungkin bisa tamat di 28-30 episode aja. Tapi, adegan Cheng Lei nggak boleh di-skip, harusnya dibanyakin, sebanyak-banyaknya~~


***


Legend of the Female General jelas bukan masterpiece sempurna penuh logika perang realistis dan politik super kompleks yang dar der dor banget.

Masih dramatis, kadang absurd, masih ada vibes ala idol drama gitu. Tapi di saat yang sama, drama ini juga punya pasangan utama yang kuat, chemistry yang bikin nagih, adegan pertarungan keren, karakter perempuan utama yang memorable, Cheng Lei ganteng dan banyak momen emosional yang berhasil kena di aku.

Ini tuh tipe drama yang mungkin akan bikin kamu mengeluh sambil tetap lanjutin nonton lima episode lagi. Eh tahu-tahu udah selesai.

Kalau Pengembara suka drama kostum genre wuxia dengan female lead-nya yang badass, couple utama setara, romance intens, dan action yang seru, maka Legend of the Female General sangat layak masuk watchlist kamu ya....



Sekian ulasan hari ini, terima kasih sudah mampir ya, coba komen di bawah, kapan kamu mulai suka Cheng Lei? Kalau aku agak telat tahu manusia yang satu ini, tapi nggak apa-apa telat kan daripada tidak sama sekali ehehe~~

Oh ya, karena aku suka buah mangga, kamu bisa banget dukung aku biar semangat nulis dengan traktir mangga di sini ya: https://teer.id/nurwahidah_bi

Komentar

Popular