In Your Dreams (2025): Review Film Animasi Netflix
In Your Dreams (2025): Review Film Animasi Netflix
Setelah nge-drachin, aku selipkan film animasi dari Netflix dulu ya, Pengembara.
Film animasi In Your Dreams ini adalah film keluarga yang sekilas terlihat ringan, penuh warna, dan cocok untuk anak-anak. Tapi setelah ditonton sampai akhir, rasanya film ini menyimpan cerita yang cukup dalam dan emosional, terutama kalau ditonton dari sudut pandang orang orang dewasa yang pernah mengalami luka semasa kecil.
Bagaimana film Netflix ini dari sudut pandang Kak Bi? Simak ulasannya ya.
***
Info Film
Judul: In Your Dreams
Sutradara: Alex Woo
Penulis Naskah: Erik Benson, Alex Woo, Stanley Moore
Genre: Adventure, Comedy, Family, Fantasy
Pemain: Jolie Hoang-Rappaport, Elias Janssen, Craig Robinson, Simu Liu, Cristin Milioti, Omid Djalili, Gia Carides
Rilis: 14 November 2025, Netflix
Durasi: 91 Menit
Rating Usia: 9+
***
Sinopsis Film In Your Dreams:
Cerita dimulai dengan mimpi indah milik seorang gadis bernama Stevie.
Dalam mimpinya, semuanya terlihat sempurna hangat, menyenangkan, dan penuh kebahagiaan. Namun tiba-tiba mimpi itu berubah menjadi mimpi buruk, lalu dia terbangun dengan perasaan gelisah.
Stevie menyalahkan adiknya, Elliot, sebagai penyebab kebahagiaannya hilang. Bahkan di dunia nyata pun hubungan mereka terasa renggang.
Mereka tidur dalam satu kamar, tetapi area tempat tidur mereka bahkan dibatasi garis lakban di lantai.
Terlebih, kesulitan ekonomi membuat ibu Stevie harus bekerja di luar kota, yang membuat ayah dan ibunya harus terpisah untuk sementara waktu.
Suatu hari, Stevie mengajak adiknya, Elliot, ke sebuah toko serba ada bernama Shiver Me Thrifters setelah mengetahui nilai sekolah Elliot yang kurang memuaskan.
Di sana, mereka menemukan buku misterius berjudul The Legend of the Sandman yang mengklaim bahwa sosok Sandman di dunia mimpi dapat mengabulkan permohonan terbesar mereka.
Setelah membaca mantra dalam buku tersebut, mereka tertidur dan masuk ke alam mimpi sebagai lucid dreamers yang bisa mengendalikan dunia tersebut selama saling berpegangan tangan.
Ditemani oleh boneka bernama Baloney Tony yang hidup dan bisa berbicara, kedua saudara ini harus melintasi berbagai lanskap surealis serta menghindari buruan Nightmara, sang Ratu Mimpi Buruk, demi mencapai istana Sandman agar orang tua mereka tidak berpisah.
***
Rating 8/10 untuk film yang menyoroti peran anak pertama perempuan. Sebagai anak pertama perempuan, aku sangat paham dengan sifat Stevie.
Baca juga: REVIEW LEGEND OF THE FEMALE GENERAL (2025): CHENG LEI DAN ZHOU YE JADI JENDERAL PERANG
Film lainnya: REVIEW SINGKAT FILM ANIMASI: ZOOTOPIA (2016)
Review Film Animasi In Your Dreams:
1. Petualangan Fantasi yang Diam-Diam Menyimpan Luka
Secara permukaan, In Your Dreams kelihatan kayak film anak-anak yang penuh petualangan dan humor. Ya emang iya sih, warna dan dialognya memang begitu eheheh.
Dunia mimpi yang imajinatif, karakter unik, dan rintangan seru bikin film ini terasa menyenangkan untuk anak-anak. Tapi kalau dilihat dari sudut pandang orang dewasa, ceritanya terasa jauh lebih berat.
Film ini sebenarnya berbicara tentang tekanan mental anak sulung, konflik rumah tangga, masalah ekonomi keluarga, sampa trauma lintas generasi.
Stevie sebenarnya bukan anak yang keras kepala. Dia adalah anak yang merasa harus memperbaiki segalanya sendirian, karena apa yang jadi kebiasaannya di awal kehidupan ternyata perlahan berubah. Dan ketika semua gagal, dia memilih dunia mimpi sebagai pelarian.
Ada momen yang cukup menyentuh waktu Stevie memilih nggak mau bangun dari mimpi, seolah dia lebih memilih hidup di dunia yang sempurna daripada menghadapi kenyataan bahwa keluarganya sedang retak.
Dari sisi anak-anak, film ini tetap terasa seru kok. Anak-anak mungkin akan tambah cinta ayah-ibunya setelah menonton ini, terus terhibur sama boneka Baloney Tony. Terlebih, ada humor yang cukup berhasil bikin ketawa, dan beberapa adegan fantasinya sangat kreatif. Kayaknya udah lama banget nggak ngerasain kupu-kupu di perutku bergerak seru saat menonton animasi eheheh.
Namun memang ada momen di tengah film yang terasa sedikit lambat. Meski begitu, ini nggak berlangsung lama karena cerita segera kembali menarik perhatianku.
2. Hubungan Kakak-Adik yang Jadi Inti Cerita
Hubungan antara Stevie dan Elliot adalah pusat emosional film ini. Jujur, aku pun punya adik lelaki, persis kayak Stevie dan Elliot, makanya aku relate banget sama kebiasaan membagi tempat tidur itu dan bisa berantem kalau ada yang melewati batas wkwkwk.
Di awal, hubungan kakak-beradik ini terasa dingin dan penuh jarak. Stevie menyalahkan Elliot atas berbagai hal, mana nih bocah juga cenderung aktif banget. Namun seiring perjalanan di dunia mimpi, keduanya mulai belajar bekerja sama.
Ini menjadi salah satu perkembangan karakter yang paling terasa. Mengajarkan soal kasih sayang dalam bersaudara.
Selain itu, karakter orang tua Stevie juga cukup realistis. Ibunya terlihat berusaha mencari solusi atas masalah ekonomi keluarga. Ayahnya terlihat berkontribusi untuk anak-anak, tetapi kurang membangun partnership emosional dengan istrinya.
Untungnya, Baloney Tony yang dihidupkan oleh suara Craig Robinson ini membawa humor dan warna dalam perjalanan dunia mimpi si kakak beradik.
3. Tentang Luka Masa Kecil dan Keberanian Menghadapi Kenyataan
Aku nggak tahu kalau film ini bakal mengangkat tema yang kuat dan terasa relevan untuk berbagai usia.
Beberapa tema utama yang terasa menonjol, ya soal tekanan anak sulung yang seringkali dipaksa dewasa lebih cepat.
Pun ada konflik keluarga, seperti masalah ekonomi, hubungan suami istri yang mulai renggang.
Terus ada pelarian ke dunia mimpi. Siapa sih di dunia ini yang tidak bermimpi untuk hidup bahagia dalam mimpinya sendiri? Ini kita semua kok, terkecuali hidupmu memang sudah seindah itu ya~~
Lalu ada tema soal, menghadapi ketakutan. Pesan moralnya cukup jelas kok yaitu untuk menghadapi ketakutan, hadapi mimpi buruk dan jangan lari dari kenyataan
4. Visual Dunia Mimpi yang Penuh Warna dan Menyenangkan
Dari sisi visual, film ini terasa sangat menyenangkan saat kutonton. Animasi dunia mimpi dibuat dengan imajinasi yang luas.
Setiap dunia terasa unik dan penuh detail. Di tempat Sandman juga lucu dan spesial, soalnya banyak pasir-pasirnya gitu. Identik sama masa kecil anak-anak yang family tripnya pasti ke pantai eheheh.
Adegan mimpi buruk juga terasa cukup menarik secara visual tanpa terasa terlalu menakutkan bagi anak-anak. Animasi film ini terasa fun dan menyenangkan untuk ditonton bersama keluarga.
Meski begitu, dari segi kompleksitas animasinya, film ini nggak terlalu inovatif dibanding film animasi besar lainnya eheheh. Cuma kasih nuansa baru aja dari adegan-adegannya.
***
Kelebihan dan Kekurangan Film In Your Dreams:
- Kelebihan:
1. Cerita emosional dengan pesan keluarga yang kuat
2. Dunia mimpi kreatif dan imajinatif
3. Humornya berhasil di aku eheheh
4. Cocok ditonton bersama keluarga
5. Pesan moral yang relevan untuk anak dan orang tua
6. OST bagus dan emosional.
- Kekurangan:
1. Beberapa bagian terasa lambat
2. Penulisan cerita cukup sederhana
3. Beberapa adegan terasa terlalu mudah ditebak
4. Animasi bagus tapi nggak terlalu spektakuler
***
Menurutku, In Your Dreams adalah film keluarga yang kelihatan ringan, tapi menyimpan pesan emosional yang cukup mendalam. Harus pintar-pintar orang tua untuk menjelaskan ke anak sih, kalau dunia mimpi itu memang indah, tapi itu bukan kenyataan.
Sebagai tontonan anak-anak, film ini seru, lucu, dan imajinatif kok.
Namun dari sudut pandang orang dewasa sepertiku, ada rasa sedih yang terselip di balik petualangan dunia mimpi. Ada luka keluarga yang terasa nyata dan yang paling penting, film ini bisa membuka ruang diskusi setelah menonton bersama keluarga.
Terima kasih sudah mampir, maaf kalau ada salah-salah kata ya. Langsung saja bongkar Netflix untuk nonton ini ya, Pengembara. Oh ya, karena aku suka mangga, kamu bisa banget dukung aku biar semangat nulis dengan traktir mangga di sini ya: https://teer.id/nurwahidah_bi



Komentar
Posting Komentar