Archives: The Nanyang Mystery (2026): Review Drachin Misteri di Era Republik
Archives: The Nanyang Mystery (2026): Review Drachin Misteri di Era Republik
Ini salah satu drama China tahun 2026 yang aku tunggu-tunggu banget karena dimainkan sama Ding Yuxi, semenjak nonton dia di drama Love You Seven Times jadi suka sama dia. Makanya meskipun nggak ikutin universe Daomu Biji, aku memaksa nonton ini ehehe....
Awalnya aku cuma berharap Archives: The Nanyang Mystery bakal jadi drama misteri petualangan biasa. Ternyata, drama ini jauh lebih kompleks dari ekspektasiku. Dua episode pertama sukses bikin tegang sekaligus ngakak karena tingkah dua tokoh utamanya yang saling lempar celetukan di tengah situasi berbahaya.
Mending langsung ke ulasan selengkapnya ya.
***
Info Drama
Judul: Archives: The Nanyang Mystery
Genre: Action, Thriller, Historical, Mystery, Comedy
Jumlah Episode: 33
Sutradara: Zhou Jing Tao, Yi Lin
Penulis Naskah: Kennedy Xu (Daomu Biji: The Southern Archives" (盜墓筆記:南部檔案(食人奇荒) dari series novel "The Grave Robbers' Chronicles" (盗墓笔记) oleh Kennedy Xu (南派三叔)
Pemain: Zhang Xin Cheng, Ding Yu Xi, Jiang Pei Yao, Fu Da Long, Liu Ling Zi, Zhang Chen Xiao
Tayang: 11 Juni 2026 - 23 Juni 2026, iQiyi
Durasi: 45 Menit
Rating Usia: 14+
***
Sinopsis Drama China Archives: The Nanyang Mystery:
Pada era Republik Tiongkok, sebuah kasus misterius bernama Water Ghost Longing for Home membawa Zhang Hailou dan Zhang Haixia—dua anggota Arsip Selatan dari keluarga Zhang—masuk ke dalam penyelidikan yang jauh lebih besar dari yang mereka bayangkan.
Awalnya mereka hanya ingin mengungkap sebuah kasus aneh di wilayah Nanyang.
Namun semakin dalam penyelidikan berlangsung, semakin banyak rahasia keluarga Zhang, organisasi tersembunyi, rumput senja, perang kepentingan, hingga konspirasi berbahaya yang terungkap.
Di tengah perjalanan tersebut, persahabatan, kesetiaan, dan pengorbanan mereka diuji berkali-kali.
***
Rating 9.5/10 untuk Archives: The Nanyang Mystery karena misterinya bikin penasaran, bromance para tokohnya kuat, akting para pemain sangat solid, dan emosinya berhasil menghantam menjelang akhir.
Sayangnya editing yang kurang mulus serta penjelasan dunia ceritanya minim banget bagi orang yang nggak ikutin universe ini dan bikin beberapa bagian terasa agak membingungkan. Makanya, harus ditonton dengan serius, nggak boleh bengong nonton ini.
Apalagi di episode 1-2 itu isinya, tegang tapi penuh tawa-tiwi, nah pas episode 3 mulai agak hilang tuh tawa-tiwinya. Candaan yang tadinya jadi penyegar mulai bergeser ke arah yang jauh lebih serius, penuh konspirasi, misteri, dan tragedi. Maksudku, memang sampai akhir episode 20-an kita masih dihibur sama celetukan dan tektokan mereka, cuma ya ketawanya kayak khawatir gitu, sambil mikir siapa yang bakal ditumbalkan di ending.
Baca juga: WHISPERS OF FATE (2025): REVIEW DRAMA CHINA LUO YUN XI
Review lainnya: [SPOOKTOBER] GUILLERMO DEL TORO'S: CABINET OF CURIOSITIES | REVIEW SERIES NETFLIX
Review Drama China Archives: The Nanyang Mystery:
1. Misteri dan Komedinya
Salah satu kekuatan terbesar drama ini adalah cara membangun rasa penasaran lewat misterinya, ya sesuai judulnya kan ehehe....
Setiap kali satu misteri berhasil terpecahkan, muncul misteri lain yang lebih besar. Ceritanya seperti menyusun kepingan puzzle sedikit demi sedikit tanpa langsung membocorkan semua jawabannya dan semua pada akhirnya saling terhubung.
Mulai dari kasus pembunuhan misterius, rumput senja atau Dusk Grass, organisasi rahasia, sampai sejarah keluarga Zhang, semuanya saling berkaitan dan membuatku terus ingin lanjut ke episode berikutnya. Tapi, harus menahan diri untuk nggak maraton cepat-cepat karena nontonnya masih on going saat itu.
Selain misteri, menurutku dua episode pertama punya komposisi yang paling pas dalam menggambarkan akan kemana arah drama ini. Suasananya menegangkan, tapi tetap diselingi humor dari interaksi Zhang Hailou dan Zhang Haixia. Candaan mereka terasa natural dan justru membuat hubungan keduanya cepat kusukai.
Biasanya aku agak pemilih kalau dramanya fokus bromance begini, takut banget arahnya malah menyimpang wkwkwk, untungnya mereka tetap lurus, walau kulihat di sosmed banyak fans yang melihat ke arah yang agak berbeda. Untuk ukuran bercanda, aku setuju kalau Haixia adalah suami dan Hailou adalah istri, karena trope-nya jadi mirip Mo Li yang saat itu tayang bersamaan, di mana Mo Xiuyao juga duduk di kursi roda macam Haixia dan Ye Li tipe istri dengan banyak proyek yang memang nggak terlalu mirip Hailou sih wkwkwkw. Tapi kalau untuk ini dan konteksnya bercanda, aku setuju.
Oke, balik ke komedinya. Memasuki episode ketiga dan seterusnya, unsur komedinya mulai berkurang, bukan hilang ya, tapi cerita menjadi lebih serius dan emosional dengan sentuhan celetukan lucu.
Untungnya perubahan ini masih terasa masuk akal karena konflik yang mereka hadapi memang semakin besar. Terlebih memasuki pertengahan itu sudah mulai terlihat potensi sad-nya, dan ternyata benar, dari episode 27-33 isinya campur aduk, ada kesal, marah, benci, sedih dan nangis ... benar-benar dibikin mewek.
2. Bromance yang Menjadi Jantung Cerita
Hubungan Zhang Hailou dan Zhang Haixia benar-benar menjadi nyawa drama ini. Mereka bukan sekadar partner, tetapi dua orang bersaudara yang udah saling percaya, saling melindungi, bahkan rela berkorban demi satu sama lain.
Perbedaan sifat keduanya juga bikin interaksi mereka menarik. Hailou cenderung impulsif dan nekat dengan congor mematikannya, sementara Haixia jauh lebih tenang serta penuh perhitungan, dengan mata tajam yang menembus jantungku eyyaaaak.
Semakin cerita berkembang, semakin terasa bahwa hubungan mereka bukan sekadar persahabatan biasa, beneran saudara, seiya sekata deh.
Ding Yuxi tampil luar biasa sebagai Zhang Haixia. Transformasi emosinya, terutama ketika karakternya mulai kehilangan dirinya sendiri, pasca dihidupkan kembali setelah mati suri itu, terasa menyakitkan untuk kuonton. Tatapan kosong, perubahan ekspresi, sampai pergulatan batinnya berhasil disampaikan dengan sangat baik. Kucingku ini aktingnya makin pro deh.
Zhang Xincheng juga tampil kuat sebagai Zhang Hailou. Awalnya dia terlihat ceria, susah diatur dan santai, tetapi perlahan berubah menjadi sosok yang memikul beban sangat besar. Dan gegara ini aku jadi masukin Xincheng ke daftar aktor China 95 line yang wajib aku tonton projek-projeknya. Iya, aku nambahin cowok China baru nih eheheh.
Btw, chemistry keduanya menjadi alasan utama kenapa drama ini begitu mudah bikin penonton ikut terikat secara emosional, selama penayangan aku bisa lihat antusias orang-orang dala bikin fan editing video soal momen keduanya. Seperti kataku di poin nomor 1, aku masih bisa menikmati bercandaan itu asal masih batas aman. Tapi kalau udah ngeshiperin sampai ke ada love line-nya, sorry aku nggak gabung.
Eits, bukan cuma chemistry Ding Yuxi dan Zhang Xincheng yang oke, chemistry keduanya dengan Jiang Pei Yao yang memerankan Zhang Haiqi juga tumpah-tumpah. Aku pengin shiperin Haixia x Haiqi karena mereka kelihatan saling sayang banget, tapi ada sentuhan kasih sayang seorang ibu yang bikin aku terbentur moral.
Pun dengan Hailou x Haiqi, mereka kayak kucing dan tikus, tapi manis banget. Sama ini aku merasa justru bolehlah dishiperin walau kesannya sama nenek-nenek 100 tahun eheheh. Udahlah, Zhang Haiqi itu Kak Ros dan Haixia-Hailou itu Upin-Ipin wkwkwkw, nggak bakal bisa di-shiperin.
3. Produksi yang Memanjakan Mata, tapi ~~
Dari sisi produksi, drama ini tampil sangat mewah. Bayangkan adanya pemandangan laut yang cantik, hijaunya perkampungan dan pegunungan, beradu dengan pengambilan gambar bangunan mewah sesuai zaman republik. Kapal-kapal raksasa dan setting kuil-kuil unik itu. Semuanya cakep.
Sinematografi, kostum era Republik Tiongkok, koreografi pertarungan, musik, sampai desain lokasi misterius semuanya digarap dengan serius. Nuansa horor dan petualangannya juga berhasil dibangun dengan baik sehingga atmosfer misterinya terasa kuat.
Walaupun begitu, efek CGI di beberapa episode awal masih terlihat kurang mulus gaees dan editing transisinya terkadang terasa patah-patah. Bahkan si patung yang berantem sama Hailou, monster setengah ular, sampai si ular raksasa pun kurang mulu dan malah bikin aku ketawa pas lihatnya ehehehe.
4. Emosinya Semakin Berat Menjelang Akhir
Semakin mendekati ending, drama ini berubah menjadi kisah penuh pengorbanan loh. Tanpa membahas lebih dalam karena lama-lama congorku bisa kayak Hailou yang nggak bisa direm dan malah kasih spoiler, pokoknya perjalanan Zhang Haixia menjadi salah satu bagian paling menyakitkan dalam draa ini.
Tragedi demi tragedi terus menimpa para tokohnya sehingga nuansa cerita berubah jauh lebih kelam dibanding awal. Aku juga sedih sama yang menimpa Zhang Hai Qi, sebagai sosok ibu dan kakak bagi duo Upin-Ipin itu, tapi tetap aja intinya nangisin Haixia.
Buat yang mudah terbawa suasana, siapkan mental karena beberapa episode terakhir benar-benar menguras emosi loh.
5. Sayangnya Tidak Ramah Penonton Baru
Kalau belum pernah mengikuti semesta The Grave Robbers' Chronicles, kemungkinan bakal planga-plongo kayak aku. Drama ini minim penjelasan mengenai dunia ceritanya. Banyak istilah, organisasi, maupun hubungan antar karakter yang langsung diperkenalkan tanpa fondasi yang cukup.
Akibatnya, beberapa motivasi karakter dan perkembangan konflik terasa kurang jelas, terutama di paruh awal cerita. Bahkan, untuk memahami drama ini lebih dalam, aku rela-relain nonton Time Raiders dulu untuk kenalan dengan beberapa karakter yang muncul di ending drama ini. Kalau ada waktu aku mau nonton semua drama yang ada di universe ini. Untuk drama china tema beginian aku cuma ngikutin Candle in the Tomb.
***
Kelebihan dan Kekurangan Drama China Archives: The Nanyang Mystery
- Kelebihan:
1. Misterinya terus berkembang dan penuh kejutan.
2. Bromance dua pemeran utama sangat kuat.
3. Akting Ding Yuxi, Zhang Xincheng dan Jiang Pei Yao luar biasa. Bukan cuma akting, visual mereka bertiga enak banget dipandang.
4. Atmosfer horor, petualangan, dan thriller berpadu dengan baik.
5. Adegan aksi dan koreografi pertarungan memuaskan.
6. Produksi, kostum, dan soundtrack berkualitas tinggi.
- Kekurangan:
1. Editing dan CGI di beberapa bagian terasa kurang rapi.
2. Penjelasan dunia cerita minim sehingga cukup membingungkan bagi penonton baru, pun beberapa misteri diselesaikan terlalu cepat.
3. Endingnya kurang memuaskan, harus ada season dua pokoknya!!!
***
Bagiku Archives: The Nanyang Mystery adalah salah satu drama misteri terbaik tahun ini, karena menawarkan petualangan yang seru, teka-teki yang terus berkembang, aksi yang memanjakan mata, dan bromance yang menjadi pusat emosinya.
Bahkan terinspirasi dari budaya pemakaman suku Toraja di Sulawesi, Indonesia. Penulis novelnya, Nan Pai San Shu, mengonfirmasi bahwa elemen budaya Toraja seperti pemakaman gua tebing Lemo dan patung orang mati (Patung Tau-Tau) menjadi fondasi cerita dan visual utamanya. (Sumber: Radar Update)
Ya, begitu saja ulasan hari ini, semoga spooktober-mu semakin seru dan berwarna ya. Ini ada horornya juga, buat yang suka horor dan misteri ini bakal cocok, walau horor bukan genre utamanya sih. Terima kasih sudah baca ulasan hari ini.











Komentar
Posting Komentar