Terbaru
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
[Spooktober] Turun dan Kejadian Mistis di Gunung: Cermin Horor
[Spooktober] Turun dan Kejadian Mistis di Gunung: Cermin Horor
Hai, Pengembara. Hari ini ada dua cerita mini bergenre horor untuk menemani malam kalian. Selamat membaca ya.
1. TURUN
"Irna, jadi pergi, nggak? Bapak udah mau berangkat," ucap Linda anak Pak Bono, sopir bus antar kota langganan yang kebetulan akan berangkat pagi ini.
"Iya, udah siap berangkat kok ini," ujarku segera membawa tas dan bergerak mengikuti Linda.
***
Ini bukan pertama kalinya aku menumpang di bus Pak Bono, karena kebetulan di perantauan ini bertetangga dengan Pak Bono yang tujuan keberangkatan busnya selalu melewati kampungku. Eh, aku tidak gratis ya, hanya saja dapat diskon karena sudah langganan.
Bus pun melaju dengan gesit, dan sesekali terdengar gesekan ban dan aspal yang agak bikin badan merinding. Setelah beberapa jam perjalanan yang dimulai usai subuh tadi, tepat jam 12 siang bus mampir di sebuah tempat pemberhentian, seperti biasa untuk isi bensin, ishoma dan lainnya.
Setelah semua urusan selesai, dan bus mulai berjalan kembali sekitar 15 menit. Tiba-tiba ada seorang penumpang yang merengek minta turun dan katanya salah naik bus. Katanya bus yang dia tumpangi sejak awal sudah pergi lebih dulu.
Pak Bono ini tipe sopir yang tidak banyak bicara, sehingga dia pun hendak langsung menurunkan orang itu. Tapi, karena dipaksa ibu-ibu, orang itu memilih tenang karena kebetulan tujuan kami searah dengan busnya dan dipastikan akan bertemu di pemberhentian selanjutnya.
***
Kebetulan, tempat di sebelahku kosong, karena aku memang membayar satu deretan bangku walau diskon. Pak Bono tahu aku tidak suka duduk dengan penumpang lain. Eh, orang itu malah duduk di sebelahku atas permintaan izin secara paksa oleh ibu-ibu sok tahu. Dengan berat hati, ya kuizinkan saja.
Hanya saja, orang, ah, perempuan yang duduk di sebelahku ini langsung menundukkan kepala. Sehingga aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.
Selama duduk di sebelahku, perempuan berambut panjang sepinggang dengan aroma melati ini sangat aneh. Sering sekali dia mengeluarkan bunyi-bunyian berisik dari mulut, sekarang aku mengerti kenapa Pak Bono akan menurunkannya tadi.
Seharusnya dia turun, benakku menggerutu.
"Saya turun di halte terdekat saja, tidak usah di pemberhentian berikutnya." Suaranya yang menggelegar mengagetkanku.
Apa dia mendengar isi hati ini? Batinku berkecamuk.
Kulihat, Pak Bono menoleh dengan cepat ke arah belakang. Kebetulan bangku ini tidak jauh dari kursi pengemudi.
"Loh, malah bisa kelewat sama busnya loh, Bu." Ibu-ibu di belakang yang menyebalkan itu menyela.
"Tak apa-apa, tidak ada apa-apa di sini, tidak ada yang sudah waktunya." Ucapan itu membuatku tertegun, sembari meliriknya.
"Tungguin aja, Bu. Sebentar lagi sampai." Ibu-ibu yang lain menimpali.
"Mau turun saja!" teriaknya agak melengking.
Sesaat kemudian, aku menyadari sedari tadi rambutnya terus menutupi wajah. Tangannya pucat, tapi kotor. Tanpa basa-basi, bus langsung berhenti.
"Turun!" ujar Pak Bono dengan nada berteriak.
Orang di sebelahku tiba-tiba tertawa, badan ini terasa langsung merinding. Jangan-jangan dia hantu yang biasa mengganggu di sini, tapi aku tidak pernah dengar kalau jalur ini berhantu.
"Turun!" seru Pak Bono lagi membuat perempuan itu berdiri dan berjalan ke depan pintu. Pak Bono pun segera membukakan pintu dan berucap, "Itu rumahmu, jangan ikuti kami."
Aku melirik ke jendela sebelah kiri dan menemukan ada beberapa rumah kumuh yang agak jauh dari jalan raya.
"Kenapa diturunkan Pak Sopir?" gerutu ibu-ibu, sambil mencibir. "Kasihan loh!"
"Dia orang tidak waras, memang sering gonta-ganti bus." Pak Bono segera menutup pintu bus dan kembali mengemudikan bus.
"Oooh ...." Ramai-ramai mereka berseru.
Akan tetapi, aku tahu, ada sesuatu yang aneh saat melihat komplek pekuburan tua dari jendela sebelah kanan. Apalagi, aku langganan bus ini dan selama naik bus ini tidak pernah ada orang yang tidak waras menumpang di bus.
TAMAT
Gorontalo, 23 Oktober 2024
***
Cerita lainnya: [Spooktober] Malam Rahasia Part 2: Cerpen Misteri
Mungkin Anda sukai: [SPOOKTOBER] CERPEN MISTERI: RITUAL BULAN PURNAMA
***
2. Kejadian Mistis di Gunung
Pernahkah mengalami kejadian mistis di gunung? Kisah ini tentang lelaki yang berdiri dengan bingung di dalam hutan rimbun sejak matahari tenggelam.
Pepohonan tua meliuk-liuk di bawah cahaya rembulan yang hanya sebatas temaram, menciptakan bayangan-bayangan aneh yang menari-nari di sekelilingnya.
Lelaki itu adalah Joko, seorang penjelajah gunung pemberani dan telah menghadapi banyak tantangan di hutan-hutan terpencil yang pernah didakinya.
Namun, malam ini adalah pengecualian. Dia terperangkap di hutan ini tanpa sebab yang jelas. Semua petunjuk yang dia miliki hancur saat kabut misterius merayap dan mengubah arahnya. Membuatnya terpisah dari rombongan.
Dalam kebingungan dan rasa takut yang mendalam, Joko mencoba untuk mengingat jalan pulangnya. Dengan senter dia menyusuri jejak-jejak yang tampak tak berujung, tetapi tidak ada yang tampak familiar. Hanya suara gemerisik daun kering di bawah langkah kakinya dan keriuhan angin malam yang menemani perasaannya.
Lalu, dia mendengar sesuatu—suara langkah kaki yang mirip dengan langkahnya sendiri. Joko berhenti sejenak dan mendengarkan dengan hati-hati. Tapi, yang dia lihat hanya kegelapan yang menyelimuti hutan.
Saat Joko melanjutkan langkahnya, suara itu semakin mendekat dari belakang. Dengan cepat, Joko berbalik, berharap akan bertemu dengan sesama pendaki lain.
Joko terhenti karena muncul rasa ngeri yang tak terlukiskan saat melihat di antara pepohonan rimbun, ada sosok tidak jelas berdiri di sana.
Langkah kaki Joko tersentak, diperhatikan dengan seksama dia hanya bisa melihat mata biru berkilauan, seperti sepasang mata hantu yang bersinar dalam kegelapan. Di atas pundaknya ada sosok lain, seperti bocah kecil berkepala plontos yang duduk sambil memegang kepala berbulu lebat.
Sosok itu mendekat dengan langkah yang pelan tanpa suara. Dalam ketakutan yang tak terkendali, Joko segera berlari menjauh.
Akan tetapi, sosok di belakangnya terus mengikuti. Ketika dia berbelok ke satu tikungan, Joko merasa semakin kebingungan dan menemukan jalan buntu.
Sosok misterius itu semakin mendekat, dan Joko merasa seperti berada dalam genggaman kekuatan gaib yang tak bisa dipahami. Lehernya terasa dicekik dan sesuatu yang berat seolah menimpa tubuh kurusnya. Joko terus berdoa, tapi napasnya semakin tertahan.
Ketika Joko hampir menyerah dan merasa tak bisa lagi bergerak, dia tiba-tiba mendengar suara gemuruh.
Cahaya terang memecah kegelapan dan menyinari sekitarnya. Joko melihat sekelompok penduduk setempat dan beberapa pendaki. Mereka menemukan Joko dalam keadaan tertimpa batang pohon.
***
Joko diselamatkan dan dibawa ke pos terdekat. Joko merasa aneh, dia tidak bisa ingat apa yang terjadi sampai tertimpa pohon, yang diingatnya hanya sosok bermata biru yang sedang mengejarnya.
Setelah menceritakan kisah yang dialaminya, beberapa orang memberitahu Joko tentang hutan yang dihuni oleh entitas gaib dan suka memperdaya para pendaki hingga tersesat.
Joko bersyukur bukan main untuk keselamatan yang didapatkannya. Kejadian mistis di gunung menjadi pengalaman yang tak terlupakan, tapi Joko tidak kapok untuk mendaki gunung. Dia yakin hanya perlu berhati-hati di masa depan.
TAMAT
Gorontalo, 20 Oktober 2023
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Popular
[Spooktober] Tengkorak Beracun: Cerpen Horor Nurwahidah Bi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
[Spooktober] Malam Rahasia Part 1: Cerpen Misteri
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Watch Out! | Cerpen Thriller Kak Bi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Whispers of Fate (2025): Review Drama China Luo Yun Xi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar