Langsung ke konten utama

Terbaru

[Spooktober] Teror Malam: Cerpen Horor Kak Bi

 [Spooktober] Teror Malam: Cerpen Horor Kak Bi "Saya nggak habis pikir, kalau kamu bisa-bisanya memasukkan setting tempat dengan asal-asalan? Kalau memang kamu nggak bisa dapat info kredibel saat riset, kan bisa cek semua blog di internet." Wanita berkening mulus sibuk memarahi Arman. Lelaki kurus berkacamata dengan tampilan lusuh.

Mitos-Mitos di Gorontalo Part 3 [Spooktober]

Mitos-Mitos di Gorontalo Part 3 [Spooktober]



Part ketiga mitos-mitos di Gorontalo balik lagi. Lah, memangnya masih ada ya?

Oh, masih banyak nih ehehe... Langsung saja kita bahas!


1. Larangan beli garam di malam hari.

Dulu, kalau kehabisan garam dan aku mau beli malam-malam pasti Oma nggak ngebolehin. Katanya, malam-malam gini warung tidak ada yang jual garam.

Suatu saat penasaran juga, ah kenapa sih nggak jual garam? Nggak mungkin! Well, aku cobain dan ya semuanya pada ngaku nggak jual garam. Tapi, saat aku beli masih jam tujuh pagi tiba-tiba sudah jual garam.

Kayak candi nih garam, dibuat dalam semalam.

Ternyata, warung-warung atau kios di Gorontalo tuh percaya kalau menjual garam di malam hari, bakal bikin rezeki ikut pergi ke luar rumah. Nah, biasanya yang nekat jual garam malam-malam ya jualannya bakal sepi, skenario terburuk adalah bangkrut.


2. Jangan tidur tengkurap.

Soal ini, katanya secara nggak lansung nyumpahin supaya ibu meninggal. Iih, serem.


3. Tidak boleh mandi di sungai saat sore hari, apalagi menjelang maghrib. 

Katanya bisa kena langgu (sakit tiba-tiba). Tapi, lebih masuk akal biar nggak masuk angin aja nggak sih.


4. Jangan makan di penutup tempat/kotak makanan.

Aku nggak tahu alasannya apa, tapi kayaknya ini lebih ke sopan santun sih. Jadi, dulu waktu Oma masih hidup, beliau komentarin drakor yang ada adegan makan di tutup panci sambil misuh-misuh gitu ehehe.


5. Dilarang membunyikan kuku malam-malam.

Pernah nggak sih, kayak petik-petik kuku sendiri di malam hari? Nah, di Gorontalo ini nggak boleh ya. Nanti bakal diikutin sama setan. Nama setannya pundiyala, namanya aku sensor ya, karena ini juga sebaiknya jangan disebut, apalagai malam-malam. Hiiih.

Nah, pas kita selesai bikin bunyi-bunyian dengan kuku, biasanya akan disusul suara yang sama dari luar rumah juga dan artinya dia udah datang.


6. Jangan berkaca di cermin retak.

Alasannya kurang jelas, tapi aku pernah baca status orang Gorontalo. Katanya, kalau berkaca di cermin retak, bakalan jadi janda. Huh, ada-ada aja.

 

7. Tidak boleh menjahit baju malam-malam.

Kabarnya ini bisa bikin mata jadi kabur, bahkan bisa bikin buta. Sebenarnya, ini masuk akal, soalnya kita sedang memaksa mata untuk kerja rodi #eh


Baca juga: [Spooktober] Air Terjun Keramas dan Tersesat: Cermin Horor

Artikel lainnya: MITOS-MITOS DI GORONTALO PART 2 [SPOOKTOBER]


8. Jangan duduk di buah kelapa.

Dulu, kalau habis panen kelapa. Biasanya aku join sama bapak-bapak dan emak-emak yang ngumpulin buah dan sisa kayu-kayu gitu. Sambil makan kelapa muda tentunya.

Suatu saat, aku duduk di buah kelapa karena capek jongkok. Well, pada diomelin karena katanya nggak boleh dudukin buah kelapa. Bisa bikin ibu meninggal.

Seketika aku menatap kesal. Ibuku kan udah meninggal, boleh dong duduk di sini!


9. Tersedak pertanda rindu.

Saat kita tersedak alias tatigo, selagi makan atau minum, itu artinya ada yang lagi ingat-ingat atau omongin kita. Ciyee, rindu. Eh, bisa juga lagi digibahin sih itu wkwkwk.


10. Perkara mata berkedut.

Saat mata berkedut, di dunia medis adalah pertanda mata atau tubuh kita capek. Tapi, di Gorontalo kalau mata kiri berkedut artinya akan menangis sedih dan jika mata kanan yang berkedut maka akan menangis bahagia.


11. Telur dan ikan.

Tidak boleh makan ikan dan telur secara bersamaan. Bisa bikin panuan eheheh. Aku sendiri bukan kena panu sih, tapi lebih ke alergi, bisa gatal-gatal sebadan-badan tuh. Tapi ini ngaruhnya ke ikan tertentu gitu.


12. Ba Lawango dan lampu botol.

Ba lawango adalah kegiatan membersihkan loteng rumah dari sarang laba-laba dan berbagai debu. Konon katanya, kalau mau ba lawango, harus nyalain lampu botol atau lampu minyak tanah. Biar penghuni tak kasat mata bisa minggir dulu sejenak, sebelum langit-langit rumah dibersihkan.

Tapi, sekarang udah jarang yang pakai cara tradisional ini. Soalnya omaku pun nggak pernah pakai cara ini, kalau mau bersihin rumah dan loteng yang dibersihin aja seperti biasa ehehe.


13. Jangan makan berdiri.

Dulu waktu dilarang makan berdiri, aku sering dengar kalau nanti makanannya bisa turun ke kaki. Herannya aku percaya wkwkw

Pas tahu alasannya secara agama dan kesehatan ya udah jadi ngerti. Cuma ya nggak turun ke kaki juga makanannya 😅


14. Lilingo tanda anak nakal.

Lilingo itu spot kosong di tengah kepala, yang tidak tumbuh rambut atau unyeng-unyeng apa ya namanya. Ah, pokoknya kalau ada anak yang punya lebih dari satu lilingo di kepala, katanya itu adalah calon anak nakal.


15. Bau misterius.

Kalau mencium bau tahi ayam, melati atau bau-bau apapun jangan dihinggolabu, nanti bisa sakit. Karena bau-bau itu pertanda datangnya makhluk ghaib yang mungkin saja cuma lewat di sekitar rumah, eh pas dihinggolabu malah bisa-bisa mereka datangin kita, hiiih.


Bonus

*Hujan orang mati. 

Ini tuh suatu fenomena di mana turun hujan gerimis tanpa mendung. Entah itu pagi, siang atau sore, tepat matahari masih menyala dan bikin silau. 

Nah, katanya ini hujan yang turun karena langit menangisi orang meninggal di suatu tempat. Kabarnya kalau kena hujan ini bisa sakit. 

***


Sekian mitos-mitos di Gorontalo minggu ini. Kayaknya cuma sampai sini aja ya. Kalau ada orang Gorontalo yang mau menambahkan, bisa banget komen di bawah. Btw, tulisan ini cuma buat seru-seruan aja ya, jangan dianggap serius ehehe.

Terima kasih sudah mampir, ini masih postingan spesial #Spooktober ya gaeesss.

Komentar