[Spooktober] Tips Menulis Cerita Horor Ala Nurwahidah Bi
[Spooktober] Tips Menulis Cerita Horor Ala Nurwahidah Bi
Menulis cerita horor membutuhkan kombinasi antara imajinasi yang kreatif dan pemahaman tentang elemen-elemen yang membuat cerita horor menakutkan.
Beberapa juga bisa terinspirasi dari pengalaman pribadi atau pengalaman tetangga.
Nah, berikut adalah tips yang mungkin bisa membantumu untuk menulis cerita horor, terlepas dari aku yang memang pernah 'indigo'. Tips ini sering aku pakai, jadi mungkin worth it di aku, belum tentu worth it di kamu sih. Tapi, boleh banget dicobain kok.
***
Pertama, tentukan suasana cerita.
Pilih suasana yang tepat untuk cerita horormu. Apakah mau suasana gelap, suram, dan misterius yang seringkali efektif dalam menciptakan ketegangan dan ketakutan? Atau tipe bersuasana cerah tapi menimbulkan ketegangan kayak film Midsommar atau beberapa cerpen bersuasana cerah dan setting pagi dari beberapa cerpen di Ada Mitos di Sekolah.
Pilihan tempat dan waktu ini penting untuk membangun dan menciptakan suasana yang sesuai.
Kedua, ciptakan karakter yang kuat.
Karakter yang kuat dan terperinci akan bikin pembaca lebih terhubung dengan cerita. Kalau kamu menulis cerpen, sebisa mungkin terfokus pada karakter utama saja. Kalau kamu menulis novel, sebisa mungkin karakter pendukungnya harus diberi nyawa juga ya.
Kamu harus menciptakan karakter utama dan karakter pendukung yang menarik untuk mendukung alur cerita.
Ketiga, bangun ketegangan.
Timbulkan ketegangan sedini mungkin dalam cerita. Awali dengan membuat klip imajiner di kepalamu, tentang pertemuan karakter utama dengan si 'sosok'.
Jika kamu merinding, tuliskan perasaan itu dengan memperkenalkan elemen-elemen aneh atau misterius yang kamu rasakan sesaat, dan jaga agar ketegangan itu terus meningkat seiring berjalannya cerita.
Keempat, gunakan deskripsi yang kuat.
Ini sering membantu, tapi terkadang tidak begitu efisien di cerpen. Detail deskripsi yang kuat akan membantu menciptakan suasana dan membangun gambaran yang jelas bagi pembaca. Pakai kata-kata yang menggambarkan suasana seram dan gambaran yang mengerikan. Memakai cara ini di cerpen, akan berbenturan dengan batas jumlah kata. Terkecuali, kamu sudah ahli memainkan deskripsi yang kuat dan tidak membosankan. Kalau aku, masih main aman sih eheheh.
Kelima, gunakan imajinasi.
Masih berhubungan dengan poin ketiga. Cobalah untuk menciptakan momen-momen menakutkan dengan menggunakan imajinasimu sendiri. Bayangkan kalau situasi yang menakutkan itu benar-benar terjadi ke dirimu sendiri dan bagaimana kamu akan meresponsnya itulah yang jadi jawaban bagaimana karaktermu akan tercipta.
Pokoknya, coba saja untuk menuliskan segala ketakutanmu. Pakai sistem what if?
Baca juga: MITOS-MITOS DI GORONTALO PART 3 [SPOOKTOBER]
Artikel lainnya: [SPOOKTOBER] TIPS MENULIS: BELAJAR HOROR HINGGA DARK FANTASY | BAGIAN 1
Keenam, pertahankan misteri.
Sebisa mungkin, jangan ungkapkan semuanya dengan jelas. Biarkan beberapa hal tetap misterius dan biarkan pembaca menggunakan imajinasinya sendiri untuk mengisi kekosongan tersebut. Ya, biar serasa ada plot twist gitulah.
Ketujuh, menuju puncak dan klimaks cerita.
Sama seperti membuat cerita bergenre romantis. Kamu perlu membangun alur cerita menuju puncak dan klimaks, tapi jika itu horor tentu saja harus yang menegangkan. Ini bisa berupa momen menakutkan, mendebarkan atau pengungkapan misteri besar yang akan meninggalkan kesan pada pembaca. Aku sendiri masih susah menerapkan ini, ada yang aku merasa sudah puas dengan pengungkapan misteri pada puncak ceritanya, ada pula yang terasa hemeh....
Kedelapan, pakai elemen supernatural atau gaib.
Dalam cerita horor, kan unsur-unsur supernatural atau gaib seringkali digunakan untuk menambah efek menakutkan. Hantu, roh jahat, atau kutukan adalah beberapa contoh elemen ini. Nah, kamu bisa pakai yang ada di sekitar kamu dulu. Pokoknya cerita apapun yang mengandung unsur horor yang kamu tidak sengaja kuping dari tetangga, bisa banget ditambahkan menjadi elemen dalam cerita kamu.
Sembilan, konsisten dengan tujuan cerita.
Iya, pastikan untuk konsisten dengan tujuan dan aturan-aturan cerita yang kamu ciptakan. Misalnya, kalau aturan makhluk tertentu adalah makan kembang tujuh rupa, ya harus konsisten dia makan itu terus. Kalau mau diubah, buat alasan logis kenapa dia tiba-tiba lebih suka jari kaki manusia dibandingkan kembang tujuh rupa.
Sepuluh, tulis dan revisi ceritamu di pagi hari.
Buat yang penakut, menulis horor tuh tidak alasan buat kamu nggak mau eksekusi. Takutlah, apalah... Coba nulisnya pagi hari, bakda subuh atau setelah pekerjaan selesai di bawah jam 12 siang. Siang-siang juga boleh sih.
Nah, buat edit dan revisi yang mengharuskan kita untuk membaca dengan cermat dan harus memperbaiki alur cerita, deskripsi, dan lain-lain. Ini juga sebaiknya dilakukan pagi hari bagi yang penakut.
Aku pun, meskipun bukan tipe penakut. Tapi, kalau ada warning atau perasaan nggak enak pas nulis cerita horor malam-malam ya ... dilanjutkan besok paginya saja. Nyawaku cuma satu, nggak mau bercandain mereka wkwkw.
***
Perlu diingat kalau menulis cerita horor itu adalah proses kreatif dan perlu latihan sama kayak menulis cerita genre lain. Semakin kamu sering berlatih, semakin sering kamu merinding, akan semakin baik cerita horor yang dihasilkan.
Sekian tips menulis cerita horor ala Kak Bi, semoga membantu ya.

Komentar
Posting Komentar