[Spooktober] Siapa di Situ? | Cerpen Misteri Horor
[Spooktober] Siapa di Situ? | Cerpen Misteri Horor
Cerpen misteri horor spesial Spooktober terakhir untuk tahun ini gaeees, selamat membaca cerita pendek hari ini ya~~
Sampai ketemu di Spooktober tahun depan, sehat selalu untuk kita semua.
[Cerpen Misteri Horor] Dani akhir-akhir ini sangat frustrasi saat hasil fotonya selalu ditolak oleh beberapa platform online. Sebagai fotografer amatiran yang sering memposting hasil foto di platform juga sosmed, Dani lumayan tertekan karena merasa hasil fotonya selalu kalah bersaing.
Sebab itulah, Dani sering menghabiskan waktunya untuk membaca cerpen demi membunuh stres, sebuah hobi lain yang sudah ditekuni sejak SMP. Suatu hari dia tidak sengaja membaca kumpulan cerpen misteri horor yang disebut-sebut diambil berdasarkan kisah nyata. Tepat di halaman terakhir buku ada alamat dari desa-desa dalam cerita. Dani penasaran, sesuatu dalam dirinya terpanggil, entah ingin apa Dani tersenyum.
Dengan kameranya, Dani pergi menuju alamat tersebut, dia penasaran dan ingin mengabadikan kengerian dalam cerpen itu dalam lensa. Dani pergi ke pinggiran kota, dan menemukan gudang tua persis seperti deskripsi dalam cerpen. Gudang itu terletak tidak jauh dari daerah persawahan yang dikelilingi oleh pepohonan dan di sampingnya mengalir sungai kecil yang agak keruh.
Dani sangat penasaran dengan gudang tersebut, dan memutuskan untuk memotret bagian luar terlebih dulu, juga pemandangan di sekitar gudang.
Dalam cerpen misteri horor yang dibacanya, dirumorkan bahwa gudang itu berhantu, dan orang-orang desa yang lewat akan selalu mendengar derap kaki dan tangisan di malam hari, meskipun tak ada yang tinggal di situ.
Dani yang datang saat senja, sangat terpukau dengan pemandangan di sekitar gudang tua. Tanpa sadar, malam telah menyapa. Dia menyalakan senter ponsel, dan senter untuk mengabadikan apa pun yang mungkin ditemuinya. Dengan hati berdebar, dia berjalan menyusuri tepi sungai yang mengalir tenang.
Dani akhirnya sampai di depan pintu gudang tua itu, Dani mendengar derap kaki seperti yang diceritakan dalam cerpen. Hatinya berdebar semakin kencang ketika dia menggenggam pintu gudang yang besar dan berkarat. Pintu itu terbuka setengah, mengungkapkan kegelapan di dalamnya. Dia memasuki gudang dengan senter ponsel yang menyoroti jalan.
Di dalam gudang, Dani menemukan barang-barang berdebu yang telah lama ditinggalkan. Ada kursi tua, kaleng-kaleng, lemari kayu yang rapuh, dan bermacam-macam perabotan lama lainnya. Dia membidikkan kameranya dengan flashlight ke arah barang-barang tersebut, mencoba mencari tanda-tanda yang aneh atau misterius.
Sekali dua kali di-cekrek. Tiba-tiba, terdengar suara seperti bisikan lembut.
Dani terkesiap. "Siapa di situ?" tanya Dani menahan napas sejenak, tetapi tidak ada jawaban. "Siapa?"
Dani terus berjalan menuju pintu bagian belakang gudang, satu-satunya pintu lain yang ada di dalam sini. Saat dia membuka pintu, lantai itu hanya terbuat dari tanah basah.
Sekelibat bayangan gelap melaluinya begitu cepat. Dani seolah terdorong, lelaki dengan rasa takut yang sudah putus ini memutuskan untuk mengikuti bayangan itu.
Dia menyusuri dinding-dinding remang oleh cahaya senter dengan pandangan tajam. Derap kaki yang aneh semakin keras, dan dia merasa seperti sedang dikelilingi oleh sesuatu yang tak terlihat.
"Manusia!" seru suara bisikan dari sebelah. "Dia manusia!" Suara itu berpindah dari kiri dan kanan Dani.
"Siapa itu?" Dani berseru, bayangan kembali masuk ke pintu belakang gudang.
Kali ini Dani meletakkan kameranya di atas meja kayu lapuk dan dengan hati-hati kembali menuju pintu bagian belakang gudang.
Bunyi pintu berderit terdengar lebih nyaring dibandingkan sebelumnya. Tiba-tiba, di dalamnya ada seorang wanita dengan kebaya yang basah kuyup. Wajahnya pucat dan matanya kosong.
Dani yang awalnya berani, seketika diserang rasa takut dan terkejut. Wanita itu mendekat dengan langkah gemetar, lalu berkata dengan suara lemah, "Tolong, bantu aku."
Dani jatuh ke lantai kotor, matanya terpaku, tidak tahu apa yang harus dilakukan.
"Tolong aku!" gumamnya membuat Dani merinding.
"Kamu siapa?" Dani akhirnya bicara, setelah sepersekian detik otaknya membeku.
"Aku sudah terjebak di gudang tua ini selama bertahun-tahun."
"Kamu kenapa ada di sini?"
Wanita itu mendadak duduk bersimpuh. "Aku seorang penari yang melarikan diri dari suamiku yang kejam, tapi aku hanyut di sungai dan terdampar di gudang ini."
"Lalu, apa yang bisa kubantu?" Dani ikut bersimpuh, dia bisa merasakan hawa yang sangat dingin dari hadapannya.
Wanita itu menunjuk lantai tempatnya bersimpuh. "Tolong aku!" lirihnya.
Dani akhirnya memutuskan untuk membantu wanita itu. Dia lari terbirit-birit dan menghubungi warga setempat. Awalnya mereka menolak dan mengira Dani hanya orang gila yang datang ke desa mereka.
Cerpen lainnya: [SPOOKTOBER] MATA BATIN: CERITA MISTERI HOROR
Mungkin Anda sukai: [SPOOKTOBER] CURCOL KAK BI: BENARKAH HOROR INDONESIA LEBIH SERAM DARI HOLLYWOOD?
Dani kembali meyakinkan warga setempat dan pada akhirnya bersama-sama memeriksa lokasi yang diberitahukannya.
Setelah penggalian, yang sama sekali tidak membutuhkan waktu lama, mereka berhasil mengeluarkan kerangka wanita dari dalam tanah.
Dani kaget, dirinya tidak pernah menyangka bahwa mendapatkan pengalaman misteri dan horor dalam waktu bersamaan.
Anehnya, hasil foto-foto saat penggalian kerangka justru lebih laris manis dibandingkan foto-foto lainnya. Seolah terhipnotis, para pembeli terpikat dengan hasil foto Dani.
Sejak hari itu, Dani mulai fokus pada foto-foto gelap. Di mana dunia misteri dan horor lebih jago dia kerjakan. Sesekali Dani membantu para 'kenalan' yang sengaja meminta bantuannya untuk beberapa hal, mulai dari minta dikuburkan hingga dilepaskan tali pocongnya.
TAMAT
Gorontalo, 7 Oktober 2023

Komentar
Posting Komentar