Langsung ke konten utama

Terbaru

Drama BLACK (2017): Review Drama Korea

Drama BLACK (2017): Review Drama Korea Akhir-akhir ini aku lebih sering review film dan drama dari tahun di atas 2020-an ya? Oke, sekarang kita review drama tahun 2017 dulu deh.  Ada yang udah pernah nonton Black? Drama Song Seung Heon, di mana dia jadi malaikat maut alias Grim Reaper sekaligus detektif. Asik nih, yuk kita ulas drama ini sama-sama. *** Info Drama Judul: Black Sutradara: Kim Hong Seon, Go Jae Hyun Penulis Naskah: Choi Ran Genre: Thriller, Misteri, Supernatural, Fantasi Pemain: Song Seung Heon, Go Ara, Kim Jae Young, Kim Dong Jun, Kim Tae Woo Rilis: 14 Oktober 2017 - 10 Desember 2017, OCN Durasi: 1 jam 20 menit Episode: 18 Negara: Korea Selatan  Rating Usia: 17+ *** Sinopsis Drama Korea Black: Black bercerita tentang tentang seorang detektif yang dirasuki oleh Grim Reaper alias malaikat maut. Grim Reaper bernomor 444 ini memiliki tugas untuk mengambil nyawa orang yang hidupnya telah berakhir. Dalam menjalankan tugasnya, 444 terhapus dari ingatan duni...

Cerpen Horor: 10:52

Cerpen Horor: 10:52

Oleh: Nurwahidah Bi


Cerpen horor kali ini, Kak Bi ingin berbagi kisah misterius tentang pengalaman keluarga Pak Narto yang terjadi tepat pada jam 10:52 setiap hari. 

Simak cerpen horornya di bawah ini, dan semoga merinding!


***

Beberapa hari ini, setiap pulang bekerja aku selalu merasa tak aman berada di rumah. Bapak juga sering pulang larut malam karena sibuk ngobrol dengan bapak-bapak di poskamling.

Setiap jam 10:52, jam wekerku sering berbunyi sendiri, saat aku hendak mematikannya, bunyinya akan mati sendiri.

Malam ini, tumben bapak tidak pergi ke poskamling. Katanya Pak Narto sedang sakit, jadi teman bermain kartunya berkurang. Ada beberapa anak muda yang sering datang, tapi tidak seru katanya.

"Pak, Pak Narto itu sakit karena sering keluar malam. Bapak juga di rumah aja, kalau sakit gimana? Aku sama Vita kan nggak bisa ngangkat-ngangkat bapak kalau bapak sakit."

"Makanya kamu atau Vita cepat nikah. Biar bapak punya mantu dong."

"Terserah lah! Aku mau matiin weker bunyi lagi tuh." Aku beranjak dari sofa.

"Mana?" sela bapak menatapku.

"Bapak udah tuli ya? Itu wekernya bunyi," sindirku tertawa sambil melirik jam di ponsel. "Jam 10:53, udah semenit dia bunyi."

"Ngawur, orang hening begini." Bapak berseru sambil menyeruput susu hangat yang aku buatkan.

Aku terdiam, bunyi weker dari kamarku sedang terdengar jelas. Tapi, kenapa bapak bilang tidak ada apa-apa.


Mungkin Anda sukai: Child of Kamiari Month

Artikel lainnya: DOA YANG DIKABULKAN | CERPEN KOMEDI


Aku masuk ke kamar dan melihat sosok wanita bergaun hitam sedang berdiri di dekat jendela.

"Vita? Kapan kamu datang?" tebakku menatapnya. "Kamu yang matiin jamnya ya?"

Aku berjalan ke arah jam, begitu berbalik wanita yang kusangka Vita itu menghilang. Aku langsung berteriak histeris, bapak datang dan kebingungan melihatku.

"Kenapa, Mita?"

"Ada orang tadi di situ. Kukira Vita, Pak."

"Vita kan sudah balik ke kosannya, sebelum kamu pulang." Bapak bergerak ke jendela.

"Iya, sih nggak mungkin Vita. Pakaiannya aneh, Pak"

"Kamu lihat wajahnya?" Bapak bertanya sembari mengecek jendela. Aku hanya menggeleng. "Ya udah, bapak tidur depan pintu kamar kamu. Kalau ada apa-apa teriak saja."


***


Cerpen Horor—Badanku sangat letih, mata kananku juga sudah sangat berat. Tapi, bayangan wanita misterius terus menghantuiku. 

"Mita!!!" Aku membuka mata saat mendengar namaku dipanggil.

Aku bangun dari tidur dan duduk sambil memperhatikan sudut kamar yang terasa aneh. Hawa di ruangan ini juga semakin tidak enak, bunyian musik aneh juga terdengar di telingaku. Kuintip jam weker menunjukkan jam 1:52.


Lagi-lagi lewat 52 menit.


"Mita!" Panggilan itu sangat cepat lewat di belakang kepalaku. Aku menoleh dan menjumpai wanita berpakaian hitam, dengan mata putih dan bibir penuh luka sedang menatapku sambil tersenyum.

Aku berteriak sejadi-jadinya, bapak tetap tidak muncul.

"Bapak!!!"

"Ssst! Diam dong! Aku sedang mencari sesuatu." Suaranya serak. Aku terdiam.


Sosok itu berjalan ah tidak bergerak ke arah jam weker. Kemudian membanting benda kecil berwarna hijau itu ke lantai tanpa menyentuhnya.

"Tolong, jangan apa-apain saya dan bapak." Aku bermohon.

"Lain kali hati-hati dengan benda milik orang lain!" teriaknya kasar. Rambutnya bergerak-gerak sendiri, dari saku gaunnya keluar sesuatu seperti tangan yang secepat kilat menyambar leher Mita.

Mita terbangun, bapak dan Vita sudah ada di sampingnya.

"Bapak?" Mita segera memeluk bapak.

"Alhamdulillah, akhirnya kamu bangun, Mit."

"Apa yang terjadi? Kok ada Vita?" Aku bingung melihat Vita dan kondisi kamar yang berantakan.

"Kamu nggak bangun-bangun, jadi bapak panik dan panggil Vita pulang. Waktu Vita datang kamu tiba-tiba bangun dan melempar semua barang kayak orang kesurupan," jelas bapak menyeka keringat di dahiku.

"Jam berapa sekarang?"

"Jam 10:52 pagi, Kak."


Mendengar angka itu, kepalaku mendadak sakit. Aku teringat kalau menerima hadiah jam weker dari temanku beberapa hari lalu. 

Aku bangun dan segera menelepon Angga. Aku mendapatkan jam weker itu dari Angga beberapa hari lalu sebagai hadiah ulang tahun.

Kuceritakan apa yang terjadi kepadanya. Angga hanya meminta maaf, karena jam weker itu didapatkannya dari toko murah di ujung gang rumahnya yang sekarang sudah hilang entah kemana.

Semenjak jam weker itu rusak, aku semakin sering melihat wanita berbaju hitam itu kemanapun aku pergi. Seolah-olah dia telah memilihku menggantikan jam yang sudah rusak, tepat pukul 10:52 atau 01:52 entah pagi atau malam dia akan selalu muncul dan aku akan bermimpi berdiri di tengah makam dan muntah-muntah saat terbangun.


TAMAT 

Gorontalo, 23 Oktober 2022


Terima kasih banyak sudah baca cerpen horor ini, kamu bisa kunjungi Blog Kak Bi untuk membaca cerpen-cerpen horor lainnya. Aku juga rekomendasikan produk terkait cerita ini ya: Ada Lampu tidur dan Novel horor.

Komentar

Popular