Langsung ke konten utama

Terbaru

Review Berantai: Wednesday S1 vs S2, Siapa Juaranya?

Review Berantai: Wednesday S1 vs S2, Siapa Juaranya? Jangan heran aku bahas Wednesday lagi, setelah bikin ulasan dua season sebelumnya. Soalnya, dunia televisi digital memang sempat gempar sewaktu Netflix merilis Wednesday pada tahun 2022.  Kolaborasi antara visi estetika Tim Burton dan karakter ikonik Addams Family menciptakan badai budaya pop yang susah terelakkan. Namun, sebagaimana pepatah mengatakan bahwa mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan, season 2 hadir dengan beban ekspektasi.  Sayangnya, setelah baca beberapa ulasan lain di internet aku menemukan bahwa bagi banyak penggemar setia, transisi dari season pertama ke season kedua terasa seperti jatuh dari tebing curam. Artikel ini aku bikin untuk membedah secara mendalam mengapa season 1 lebih disukai, sementara season 2 dapat banyak kritikan. Aku sendiri sudah bahas season 1 dan season 2, kamu bisa baca dengan klik di sini dan di sini ya .... *** Season 1: Keajaiban Visi Tim Burton Season pertama Wednesday ...

Ruang Puisi: Gugur di Hatimu dan Menghapus Gelisah

Ruang Puisi: Gugur di Hatimu dan Menghapus Gelisah



Ruang Puisi adalah tulisan-tulisan Kak Bi yang berisi berbagai puisi buatan Kak Bi, entah puisi lama atau puisi baru. Semuanya merupakan puisi yang datang dari hati, kepala dan momentum tepat.

Selamat membaca, Ruang Puisi.

***


Ruang Puisi: Gugur di hatimu 


Aku adalah maple yang gugur dedaunannya

Terseret oleh rayu dan kata-kata penuh tipu daya


Aku adalah aster yang memaksa mekar, tapi gugur di hatimu

Tak lama kemudian, terusir dari sudut hati dan ragamu


Aku ternyata hanyalah forsythia yang berharap bisa mendapatkan sang pujaan

Terencana rapi dan siap sedia akan terpaan


Sayangnya...


Aku pada akhirnya hanya menjadi krisan putih yang kau selip dalam beku

Tersenyum saat melangkah menikmati guguran hati yang memang bukan untukku


Aku hanya bisa bersanding dengan guguran dedaunan

Tetap berpura-pura baik-baik saja di balik kemurkaan.


Gorontalo, 01 Oktober 2022


***

Ruang Puisi lainnya: Sorak Sorai Alam

***

Ruang Puisi: Menghapus Gelisah


Semalam aku terpikirkan sesuatu

Hal-hal negatif melemparkan batu

Kemudian membuatku tenggelam dalam kubangan waktu

Yang perlahan mencekik satu per satu


Bolehkah aku mengatakan bahwa aku tak ingin diganggu?

Bolehkah aku tetap terdiam sambil tergugu?

Menikmati sunyi di kepala tanpa ragu

Kemudian kembali saat hati sudah siap melagu


Salahkah aku jika tidak pandai mengekspresikannya?

Aku manusia yang dingin di tengah kehangatan dunia

Haruskah aku tetap berpura-pura hangat dalam kenyataannya?

Agar tetap terkoneksi dengan semua orang di dunia.


Aku bingung cara menghapus gelisah

Karena setiap malam diburu resah

Sering mendesah

Karena sering terpikirkan hati yang basah


Basah oleh emosi-emosi

Emsosi yang tercipta karena tak tahu terima kasih

Berterima kasih atas kebaikan hati yang tak sangsi

Kebaikan yang tumpah-tumpah terus mengalir penuh aksi


Inginku berteriak keras

Meyakinkan pada dunia bahwa aku juga bisa lepas

Berinteraksi dan berekspresi tanpa batas

Semauku sehingga puas terasa bebas.


Gorontalo, 03 Oktober 2022


Kedua coretan ini adalah puisi yang dibuat untuk menantang diriku sendiri selama bulan Oktober 2022. Di mana puisi dan cerpen pada saat itu terinspirasi dari sebuah gambar.





Komentar