Langsung ke konten utama

Terbaru

Drama BLACK (2017): Review Drama Korea

Drama BLACK (2017): Review Drama Korea Akhir-akhir ini aku lebih sering review film dan drama dari tahun di atas 2020-an ya? Oke, sekarang kita review drama tahun 2017 dulu deh.  Ada yang udah pernah nonton Black? Drama Song Seung Heon, di mana dia jadi malaikat maut alias Grim Reaper sekaligus detektif. Asik nih, yuk kita ulas drama ini sama-sama. *** Info Drama Judul: Black Sutradara: Kim Hong Seon, Go Jae Hyun Penulis Naskah: Choi Ran Genre: Thriller, Misteri, Supernatural, Fantasi Pemain: Song Seung Heon, Go Ara, Kim Jae Young, Kim Dong Jun, Kim Tae Woo Rilis: 14 Oktober 2017 - 10 Desember 2017, OCN Durasi: 1 jam 20 menit Episode: 18 Negara: Korea Selatan  Rating Usia: 17+ *** Sinopsis Drama Korea Black: Black bercerita tentang tentang seorang detektif yang dirasuki oleh Grim Reaper alias malaikat maut. Grim Reaper bernomor 444 ini memiliki tugas untuk mengambil nyawa orang yang hidupnya telah berakhir. Dalam menjalankan tugasnya, 444 terhapus dari ingatan duni...

Ruang Puisi: Gugur di Hatimu dan Menghapus Gelisah

Ruang Puisi: Gugur di Hatimu dan Menghapus Gelisah



Ruang Puisi adalah tulisan-tulisan Kak Bi yang berisi berbagai puisi buatan Kak Bi, entah puisi lama atau puisi baru. Semuanya merupakan puisi yang datang dari hati, kepala dan momentum tepat.

Selamat membaca, Ruang Puisi.

***


Ruang Puisi: Gugur di hatimu 


Aku adalah maple yang gugur dedaunannya

Terseret oleh rayu dan kata-kata penuh tipu daya


Aku adalah aster yang memaksa mekar, tapi gugur di hatimu

Tak lama kemudian, terusir dari sudut hati dan ragamu


Aku ternyata hanyalah forsythia yang berharap bisa mendapatkan sang pujaan

Terencana rapi dan siap sedia akan terpaan


Sayangnya...


Aku pada akhirnya hanya menjadi krisan putih yang kau selip dalam beku

Tersenyum saat melangkah menikmati guguran hati yang memang bukan untukku


Aku hanya bisa bersanding dengan guguran dedaunan

Tetap berpura-pura baik-baik saja di balik kemurkaan.


Gorontalo, 01 Oktober 2022


***

Ruang Puisi lainnya: Sorak Sorai Alam

***

Ruang Puisi: Menghapus Gelisah


Semalam aku terpikirkan sesuatu

Hal-hal negatif melemparkan batu

Kemudian membuatku tenggelam dalam kubangan waktu

Yang perlahan mencekik satu per satu


Bolehkah aku mengatakan bahwa aku tak ingin diganggu?

Bolehkah aku tetap terdiam sambil tergugu?

Menikmati sunyi di kepala tanpa ragu

Kemudian kembali saat hati sudah siap melagu


Salahkah aku jika tidak pandai mengekspresikannya?

Aku manusia yang dingin di tengah kehangatan dunia

Haruskah aku tetap berpura-pura hangat dalam kenyataannya?

Agar tetap terkoneksi dengan semua orang di dunia.


Aku bingung cara menghapus gelisah

Karena setiap malam diburu resah

Sering mendesah

Karena sering terpikirkan hati yang basah


Basah oleh emosi-emosi

Emsosi yang tercipta karena tak tahu terima kasih

Berterima kasih atas kebaikan hati yang tak sangsi

Kebaikan yang tumpah-tumpah terus mengalir penuh aksi


Inginku berteriak keras

Meyakinkan pada dunia bahwa aku juga bisa lepas

Berinteraksi dan berekspresi tanpa batas

Semauku sehingga puas terasa bebas.


Gorontalo, 03 Oktober 2022


Kedua coretan ini adalah puisi yang dibuat untuk menantang diriku sendiri selama bulan Oktober 2022. Di mana puisi dan cerpen pada saat itu terinspirasi dari sebuah gambar.





Komentar

Popular